REPORTASENTT.COM- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bersama Imigrasi Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, berhasil mencegah tiga orang calon Pekerja Migran Indonesia yang hendak di tempatkan ke Kamboja melalui Bangkok, Jumat sore, 26/7/2024.
"Bapak Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Benny Rhamdani menerima informasi terkait pemberangkatan tiga orang Calon Pekerja Migran yang akan diberangkatkan ke Kamboja melalui Bangkok," ujar Plt. Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Firman Yulianto.
Berdasarkan informasi yang diterima, lanjut Firman, Kepala Badan langsung memerintahkan untuk segera melakukan koordinasi dengan Imigrasi Bandara Internasional Soekarno Hatta sehingga keberangkatan tiga calon Pekerja Migran tersebut dapat dicegah.
Baca Juga: Modus Sembunyikan Sabu dalam Kemasan Snack, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Narkoba di NTB
"Setelah Imigrasi menerima Informasi dari BP2MI kemudian dilakukan pemantauan dan pencegahan Calon Pekerja Migran Indonesia tersebut," jelasnya.
Kemudian lanjut Firman, dua orang dari Pekerja Migran Indonesia berinisial RR dan IR tersebut, berhasil dicegah keberangkatannya di Terminal 3 Internasional Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta. RT dan IR hendak terbang ke Kamboja melalui Bangkok dengan menggunakan pesawat Thai Airways.
Namun, satu orang Calon Pekerja Migran berinisial WKS tidak terindentifikasi karena tidak melintas di Imigrasi keberangkatan Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Setelah Imigrasi menerima Informasi dari BP2MI kemudian dilakukan pemantauan dan pencegahan Calon Pekerja Migran Indonesia tersebut," jelasnya.
Kemudian lanjut Firman, dua orang dari Pekerja Migran Indonesia berinisial RR dan IR tersebut, berhasil dicegah keberangkatannya di Terminal 3 Internasional Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta. RT dan IR hendak terbang ke Kamboja melalui Bangkok dengan menggunakan pesawat Thai Airways.
Namun, satu orang Calon Pekerja Migran berinisial WKS tidak terindentifikasi karena tidak melintas di Imigrasi keberangkatan Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Baca Juga: Kasus Pencurian Handphone di Manggarai Barat Terungkap, Dua Unit Motor Ditahan Polisi
"BP2MI terus menerus melakukan pencegahan penempatan Pekerja Migran Indonesia yang tidak dilakukan secara prosedural. Terlebih Kamboja bukanlah negara penempatan Pekerja Migran Indonesia," ujarnya.
"BP2MI terus menerus melakukan pencegahan penempatan Pekerja Migran Indonesia yang tidak dilakukan secara prosedural. Terlebih Kamboja bukanlah negara penempatan Pekerja Migran Indonesia," ujarnya.
Hampir 80.000 WNI di Kamboja Jadi Korban
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.
Pemeriksaan tersebut untuk mendalami sosok inisial T yang disebutnya menjadi dalang tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Kamboja untuk dipekerjakan dalam operasional judi online (judol) dan scam.
Kepala BP2MI tiba di Bareskrim pukul 14.15 WIB.
Kepala BP2MI tiba di Bareskrim pukul 14.15 WIB.
Baca Juga: Akhirnya Kuota Khusus- Rekpro Seleksi Pusat Taruna Akpol Dihapus, As SDM Kapolri Ungkap Alasannya!
Ia mengaku, tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani pemeriksaan siang ini.
“Ini kan pertama kali diperiksa. Cuma membawa diri,” ungkapnya di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/7/24).
Ia menyampaikan, sudah puluhan ribu korban dari perbuatan yang dilakukan T tersebut.
“Ini kan pertama kali diperiksa. Cuma membawa diri,” ungkapnya di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/7/24).
Ia menyampaikan, sudah puluhan ribu korban dari perbuatan yang dilakukan T tersebut.
Baca Juga: Curi Kayu Gunakan Mobil Pick Up, Seorang Pria Ini Diringkus Polisi
“Banyak, hampir 80.000 orang di sana (Kamboja),” ujarnya.
“Banyak, hampir 80.000 orang di sana (Kamboja),” ujarnya.