Proses evakuasi tubuh korban mengalami kesulitan karena lokasi gantung diri berada di tebing yang terjal.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Jalan Semeru: Bus Tabrak hingga Tewaskan Korban, Pengemudi Ditahan
Kapolsek Waigete IPTU I Wayan Artawan, S.H. dan tim Identifikasi Polres Sikka yang dipimpin AIPDA Kristoforus Suhri memimpin proses olah TKP dan menurunkan jenazah dari bambu yang digunakan korban untuk gantung diri.
Setelah proses olah TKP, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Hikong.
Keluarga korban memutuskan untuk membawa jenazah ke Maumere untuk disemayamkan di rumah keluarga di Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
Baca Juga: Ungkap Kasus Ilegal Logging, Polisi Berhasil Amankan Puluhan Kayu Jati Sebagai Barang Bukti
Keluarga juga sepakat untuk melakukan otopsi luar terhadap jenazah di RS TC Hillers Maumere untuk dapat mengetahui penyebab kematian Korban.
Berdasarkan informasi dari keluarga, korban selama ini tidak pernah terlibat masalah dengan siapa pun dan tidak menunjukkan tanda-tanda depresi.
Korban diketahui baru hidup bersama istrinya baru tujuh bulan dan belum resmi menikah secara agama. Korban berasal dari daerah Lio-Mauloo dan pindah ke Desa Hikong setelah menikah dengan Maria Nona Efin.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami motif di balik aksi bunuh diri ini.
Jenazah korban saat ini sudah berada di Maumere dan menunggu proses lebih lanjut sesuai kesepakatan keluarga.