Di Hadapan Otoritas dan Mahasiswa NUS, Paus Fransiskus Sampaikan Terima Kasih dan Refleksi Mendalam Tentang Peran Unik Singapura di Dunia

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Kamis, 12 September 2024 | 12:32 WIB
Paus Fransiskus saat berbicara di hadapan Otoritas, Perwakilan Masyarakat Sipil, dan anggota Korps Diplomatik di Universitas Nasional Singapura (NUS). (Foto tangkapan layar Youtube Vatkan TV)
Paus Fransiskus saat berbicara di hadapan Otoritas, Perwakilan Masyarakat Sipil, dan anggota Korps Diplomatik di Universitas Nasional Singapura (NUS). (Foto tangkapan layar Youtube Vatkan TV)
 
REPORTASENTT.COM- Berbicara di hadapan Otoritas, Perwakilan Masyarakat Sipil, dan anggota Korps Diplomatik di Universitas Nasional Singapura (NUS), Paus Fransiskus mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh otoritas Singapura.

Ia kemudian membuka refleksinya dengan menyoroti peran unik Singapura di dunia saat ini sebagai “persimpangan komersial yang sangat penting dan tempat bertemunya berbagai bangsa."

Pertumbuhan dan ketahanan
 

Paus menekankan transformasi negara-kota itu dari asal-usulnya yang sederhana, dan memuji komitmennya yang teguh untuk melaksanakan berbagai proyek dan inisiatif, yang telah membantunya berkembang.
 
Ia mencatat bahwa kemajuan ini tidak dicapai secara kebetulan, tetapi melalui keputusan yang rasional dan perencanaan yang cermat. Mengenang Lee Kuan Yew, Perdana Menteri pertama Singapura, Paus mencatat warisannya, menyoroti bagaimana visi dan kepemimpinannya meletakkan dasar bagi pertumbuhan dan transformasi negara yang pesat.
 
Perwakilan Masyarakat Sipil, dan anggota Korps Diplomatik di Universitas Nasional Singapura (NUS) menghadiri dan berbicara bersama Paus Fransiskus.


Mencari kebaikan bersama

Paus Fransiskus kemudian melanjutkan dengan mencatat bahwa dedikasi Singapura tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi tetapi juga untuk keadilan sosial dan kebaikan bersama.
 
Ia mengakui upaya negara dalam memastikan bahwa semua warga negara memperoleh manfaat dari kemajuan, melalui kebijakan yang menyediakan perumahan umum, pendidikan berkualitas tinggi, dan sistem perawatan kesehatan yang efisien dan ia menyatakan harapannya bahwa upaya ini akan terus berlanjut, hingga semua warga Singapura dapat memperoleh manfaat sepenuhnya."

Namun, Paus juga memperingatkan terhadap risiko menempatkan pragmatisme atau prestasi di atas segalanya, yang, katanya, dapat secara tidak sengaja mengarah pada pengucilan kaum terpinggirkan.
 
 
Dalam hal ini, ia menekankan, seperti yang sering dilakukannya, pentingnya mengingat orang miskin dan orang tua, dan melindungi martabat pekerja migran.
 
"Para migran ini berkontribusi besar bagi masyarakat dan harus dijamin upah yang adil," katanya.

Keharmonisan sosial di era digital

Paus kemudian menyempatkan diri untuk menggarisbawahi pentingnya memelihara hubungan manusia yang autentik, khususnya di era digital.
 
Ia mendesak warga Singapura untuk menggunakan kemajuan teknologi untuk "meningkatkan pemahaman dan solidaritas" daripada mengisolasi individu dalam "realitas yang salah dan tidak nyata."

Ia juga menekankan koeksistensi "harmonis" Singapura yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama. Inklusivitas ini.
 
 
'Difasilitasi oleh ketidakberpihakan otoritas publik yang terlibat dalam dialog konstruktif dengan semua orang, yang memastikan bahwa setiap individu dapat berkontribusi untuk kebaikan bersama," kata Bapa Suci.
 
Rasa saling menghormati, dialog, dan kerja sama ini, lanjutnya, sangat penting untuk menghindari konflik dan kekacauan, dan untuk memastikan bahwa pembangunan tetap seimbang dan berkelanjutan.

Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan

Menutup pidatonya, Paus Fransiskus berterima kasih kepada Singapura atas komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan, dan mengakui negara-kota tersebut sebagai contoh bagaimana negara-negara kecil pun dapat memberikan dampak yang signifikan dalam memerangi krisis lingkungan.
 
Ia meminta Singapura untuk terus mencari solusi inovatif untuk mengatasi tantangan lingkungan dan mengingatkan mereka bahwa upaya mereka dapat menginspirasi negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama.
 
Perwakilan Masyarakat Sipil, dan anggota Korps Diplomatik di Universitas Nasional Singapura (NUS) menghadiri dan berbicara bersama Paus Fransiskus.


Terakhir, Paus Fransiskus berdoa agar Tuhan membimbing para pemimpin Singapura dalam menanggapi kebutuhan dan harapan rakyatnya dan ia menyampaikan harapannya agar upaya berkelanjutan bangsa ini akan terus mencerminkan "semangat inklusivitas dan persaudaraan demi kebaikan semua orang.
 
 
 

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X