hukum-kriminal

Mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad Terpilih sebagai 'Tokoh Kejahatan Korupsi' oleh OCCRP 2024

Rabu, 1 Januari 2025 | 21:08 WIB
Bashar al-Assad, mantan Presiden Suriah. (Foto/ Ist)


REPORTASENTT.COM- Proyek Pelaporan Kejahatan Terorganisir dan Korupsi (OCCRP) baru-baru ini mengumumkan bahwa Bashar al-Assad, mantan Presiden Suriah yang digulingkan, terpilih sebagai pemenang penghargaan "Tokoh Tahun Ini" untuk tahun 2024.

Sejak 2012, OCCRP secara rutin memberikan penghargaan ini kepada mereka yang terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan global, yang mempengaruhi stabilitas sosial, ekonomi, dan politik.
 
Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dianggap memiliki dampak signifikan dalam memicu kekacauan dunia melalui kejahatan terorganisasi dan korupsi.
 
Baca Juga: Belgia Larang Vape Sekali Pakai: Lindungi Generasi Muda dan Lingkungan!

Pemilihan pemenang dilakukan oleh panel juri yang terdiri dari para ahli dari berbagai bidang, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan jurnalis. Rezim Bashar al-Assad dikenal dengan kontrol terpusat yang ketat, penindasan terhadap perbedaan pendapat, dan ketergantungan pada aparat keamanan yang kuat.
 
Pasukan pemerintah Suriah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia secara meluas, termasuk penyiksaan, pembunuhan, penggunaan senjata kimia, serta penahanan massal dan penargetan warga sipil yang tak bersalah.

Selain itu, rezim Assad juga diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal yang menguntungkan, seperti produksi obat terlarang Captagon, penyelundupan manusia dan rokok, pencurian barang antik, serta perdagangan senjata.
 
 Baca Juga: ‘Trump Orang Kecil, Musk Orang Besar’: Prediksi Sejarawan Tentang Konflik di Masa Depan Presiden Terpilih
 
Kejahatan-kejahatan ini dikatakan menghasilkan miliaran dolar yang digunakan untuk mempertahankan kekuasaan otoriternya, sekaligus menyebarkan kekerasan dan kriminalitas di seluruh wilayah Suriah dan sekitarnya.

"Selain menjadi diktator seperti ayahnya, Assad juga menambah dimensi kejahatan dan korupsi yang tak terbayangkan, menghancurkan kehidupan banyak orang bahkan di luar perbatasan negaranya sendiri," ujar Alia Ibrahim, salah satu pendiri Daraj.com, yang juga menjadi anggota juri dalam pemilihan penghargaan tahun ini.

"Kerusakan politik, ekonomi, dan sosial yang disebabkan oleh Assad, baik di Suriah maupun di kawasan tersebut, akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk diatasi," tambahnya.

Tags

Terkini