hukum-kriminal

Penemuan Mahasiswa Meninggal Dunia Gegerkan Warga Naimata, Kota Kupang, Polisi Ungkap Hal Ini!

Sabtu, 11 Januari 2025 | 22:36 WIB
Polisi saat mendatangi lokasi. (Foto Polresta Kupang Kota)


REPORTASENTT.COM, KUPANG- Warga Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia, pada Sabtu (11/1/2025) siang.
 
Korban, yang diketahui berinisial ASUT (20), merupakan seorang mahasiswa dari salah satu universitas di Kota Kupang dan berasal dari Kabupaten Sumba Tengah.

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan R.J.H. Manurung, S.H., S.I.K., M.Si, yang ditemui di lokasi kejadian, membenarkan adanya penemuan seorang mahasiswa yang telah meninggal dunia.
 
Baca Juga: Chi Wah Liu Kehilangan MacBook Air dan Google Pixel, Pelaku Ternyata Teman Sendiri: Terungkap Dalam Proses Damai di Kantor Polisi!

"Benar, kami menerima laporan adanya penemuan seorang mahasiswa yang meninggal di area Naimata pada siang tadi.
 
Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh anggota Polsek Maulafa dan Polresta Kupang Kota," ungkap Kapolresta Aldinan Manurung.

Kronologi kejadian bermula ketika seorang warga berinisial MF (36), yang sedang mencari ayam peliharaannya di sekitar area tanah kosong, menemukan korban tergeletak dalam keadaan tidak bernyawa.
 
Baca Juga: Ini Alasan Polres Ende Terapkan Sistem Buka Tutup di Lokasi Longsor KM 4 Jalan Raya Ende- Bajawa

"Saksi MF menemukan korban dalam posisi terjatuh dengan tanda bekas di leher. Di dekat tubuh korban, terdapat sebuah tali yang sebelumnya tergantung di pohon, serta sebuah pisau yang masih berada dalam sarungnya. MF segera melaporkan kejadian ini kepada ketua RT setempat," jelas Kombes Aldinan Manurung.

Polsek Maulafa yang menerima laporan segera datang ke lokasi dan mengamankan area sekitar, sambil menunggu tim Inafis Polresta Kupang Kota.

Tim Inafis yang tiba selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti yang ada, dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Drs. Titus Ully Kupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 
Baca Juga: Dony Tri Pamungkas Buka Rahasia Kemenangan Persija Atas Barito Putera di Laga Dramatis!

Berdasarkan hasil olah TKP, diduga korban meninggal dunia akibat tindakan yang melibatkan tali nilon.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab peristiwa ini. Pihak keluarga, yang diwakili oleh saudara AM, setelah melakukan musyawarah, menolak untuk dilakukannya otopsi dan menerima kejadian ini sebagai takdir. Kami sudah membuatkan berita acara penolakan otopsi bersama Polsek Maulafa," tambah Kapolresta.

Pada kesempatan itu, Kombes Aldinan juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mengambil langkah drastis dalam menyelesaikan masalah pribadi.
 
Baca Juga: Akrab: Momen Prabowo Subianto Bertemu Anwar Ibrahim di Rumah Tangsi Malaysia

"Saya mengimbau kepada semua pihak, agar tidak memilih jalan yang salah dalam menghadapi masalah. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Cobalah untuk berbicara dengan keluarga atau orang terdekat, karena setiap individu pasti menghadapi kesulitan, namun itu bukan alasan untuk mengambil keputusan yang merugikan diri sendiri," tutur Kapolresta Kupang Kota.

Tags

Terkini