REPORTASENTT.COM, BOGOR - Aparat kepolisian menggelar rekonstruksi terkait dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang petugas keamanan berinisial S (37).
Rekonstruksi ini dilaksanakan di lokasi kejadian, yakni di rumah tak terduga pelaku berinisial A (26) yang berlokasi di Jalan Lawang Gintung, Bogor Selatan, Kota Bogor.
Menurut keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Bogor Kota, Aji, rekonstruksi ini bertujuan untuk mengungkap secara rinci peristiwa yang terjadi.
Baca Juga: Skandal Suap di Bandara Soekarno-Hatta, Ancaman Tersembunyi bagi Keamanan Nasional
“(Lokasi rekonstruksi) di TKP (tempat kejadian perkara),” ujar Aji, pada Jumat (31/1/2025).
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (17/1/2025) dini hari.
Korban, yang bekerja sebagai petugas keamanan di rumah pelaku tak terduga, diduga mengalami serangkaian kekerasan saat sedang beristirahat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban, dengan luka paling serius berada di bagian leher kiri.
“Berdasarkan hasil otopsi, terdapat beberapa luka. Dari luka-luka tersebut, penyebab utama kematian korban adalah luka di bagian leher kiri yang menyebabkan pendarahan serius,” jelas Aji.
Luka fatal tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi akibat perbedaan pendapat antara korban dan pelaku yang tidak terduga.
“Dari hasil pemeriksaan, penyebab utama kejadian ini adalah luka terakhir di bagian leher yang mengakibatkan korban mengalami pendarahan berat,” tambahnya.