REPORTASENTT.COM, BUSSELS- Ketegangan perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat kembali memanas! Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengungkapkan bahwa Eropa memiliki rencana kuat untuk membalas tarif yang diberlakukan oleh Donald Trump, meskipun blok tersebut masih mengedepankan jalur negosiasi.
Trump, yang sejak awal kepemimpinannya mengguncang stabilitas hubungan transatlantik, berencana menerapkan tarif baru pada berbagai produk dari seluruh dunia mulai Rabu. Setelah lebih dulu menaikkan bea masuk baja dan aluminium pada Maret, kini giliran mobil yang terancam kena dampaknya mulai Kamis.
Von der Leyen mengatakan, sektor-sektor strategis seperti semikonduktor, farmasi, dan kayu akan menjadi target berikutnya dalam kebijakan tarif AS.
Sebelumnya, Uni Eropa telah menyiapkan tindakan balasan senilai €26 miliar terhadap produk-produk AS, termasuk celana jins dan motor Harley-Davidson, yang sempat ditangguhkan saat kepemimpinan Joe Biden.
Yang menarik, ada perpecahan di internal Uni Eropa! Beberapa negara, seperti Prancis, khawatir bahwa kebijakan balasan ini bisa merugikan sektor mereka sendiri.
Sementara itu, dengan nilai perdagangan UE-AS mencapai €1,6 triliun pada 2023, Uni Eropa memiliki keunggulan ekspor dalam sektor mobil, farmasi, dan teknologi.
Von der Leyen dengan tegas menyatakan, semua instrumen ada di atas meja. Eropa memegang banyak kartu, dari perdagangan hingga teknologi.