Tidak sembarang orang bisa ikut. Hanya kardinal berusia di bawah 80 tahun. Maksimal 120 orang.
Mereka datang dari berbagai negara, membawa bahasa, budaya, dan... mungkin juga kalkulasi politik.
Sebelum Pintu Dikunci: Misa Khusus Digelar
Semuanya dimulai dengan satu misa sakral: Pro Eligendo Papa.
Di situ, para kardinal memohon petunjuk dari langit.
Lalu bersumpah, tidak akan membocorkan apapun dari dalam konklaf.
Sekali melanggar? Ekskomunikasi menanti.
Baca Juga: Umat Stasi Lamawolo Gelar Doa Tiga Malam untuk Mengenang Romo Ansel
Di Dalam: Tak Ada Sinyal, Hanya Doa dan Debat Sunyi
- Tak ada ponsel
- Tak ada email
- Tak ada media
- Tak ada kontak dengan dunia luar
Yang ada hanya ruangan kecil, pengawasan ketat Garda Swiss, dan tekanan besar untuk membuat keputusan yang mengguncang dunia.
Saat Suara Dibakar, Dunia Menunggu Asap
Dalam sehari, bisa empat kali pemungutan suara.
Nama-nama ditulis, dibaca keras... lalu dibakar.
Asap dari pembakaran kertas suara adalah sinyal ke dunia:
Baca Juga: Witihama Gelar Halalbihalal Unik, Rayakan Puncak Hari Raya Bersama Umat Muslim dan Katolik
- Asap hitam: Belum ada keputusan.
- Asap putih: Dunia punya Paus baru.