mancanegara

Ribuan umat Katolik Berdatangan ke Makam Paus Fransiskus, Perhatian Tertuju pada Konklaf

Kamis, 1 Mei 2025 | 22:49 WIB
In Memorian Paus Fransiskus. (Foto/ Vatikan Media)


REPORTASENTT.COM, ROMA-  Ribuan umat Katolik berbondong- bondong  mengunjungi makam Paus Fransiskus di Basilika Santa María Maggiore, Roma, untuk memberi penghormatan terakhir kepada paus yang meninggal pada usia 88 tahun pada 21 April lalu.
 
Kehadiran mereka menggambarkan kedalaman rasa kehilangan dan kecintaan terhadap paus yang berasal dari Argentina itu.
 
Sejumlah orang terlihat meneteskan air mata, sementara yang lainnya tampak khusyuk mendoakan Sang Paus yang telah dikenal sebagai sosok reformis yang memperjuangkan kaum miskin dan terpinggirkan.
 
 Baca Juga: Sidang Kematian Legenda Sepak Bola Maradona,  Dokter Fernando Villarejo Ungkap Hal Ini Saat di Persidangan


Fransiskus, yang dikenal karena keterbukaannya terhadap umat dari berbagai latar belakang, memperbaharui daya tarik Gereja Katolik melalui pendekatannya yang lebih ramah dan inklusif.
 
Warisannya sebagai pemimpin Gereja yang sangat mengutamakan keterbukaan, terutama terhadap mereka yang paling membutuhkan, menjadi salah satu harapan bagi penggantinya.
 
“Saya berharap penerusnya dapat meneruskan pekerjaan Paus Fransiskus,” ujar Kardinal Mali Jean Zerbo, 81, di luar basilika, dilansir batimes.
 
 Baca Juga: Gagal Edar! Polisi Gagalkan 47 Kg Ganja Siap Sebar di Sumbar, Disembunyikan di Dapur dan Kamar Mandi


Kini, fokus perhatian beralih pada proses pemilihan paus baru melalui konklaf yang akan dimulai pada 7 Mei mendatang.
 
Sebanyak 133 kardinal yang berhak memilih akan memasuki Kapel Sistina untuk memberikan suara secara rahasia untuk seorang paus baru.
 
Proses ini diperkirakan tidak akan memakan waktu lama, dengan sebagian besar kardinal mengharapkan pemilihan selesai dalam waktu singkat seperti halnya pemilihan Paus Fransiskus dan Benediktus XVI yang masing-masing hanya membutuhkan dua hari.

Baca Juga: Peringati Hari Buruh, Polres Ende Gelar Apel Siaga dan Patroli Gabungan

Proses Konklaf dan Harapan dari Kardinal

Dalam pertemuan yang berlangsung pekan ini, para kardinal berdiskusi tentang tantangan Gereja di masa depan, termasuk isu pelecehan seksual yang mencuat, serta peran Gereja dalam dunia yang semakin modern.
 
Kardinal Jorge Enrique Jiménez Carvajal, 83, dari Kolombia, menyatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang damai, meskipun membahas isu-isu besar yang dihadapi Gereja.

“Suasana sangat damai,” ungkap Kardinal Jiménez Carvajal.
 
 
 Baca Juga: 13 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, Dua Naik Jadi Komjen
 
“Kami mendengarkan pandangan yang belum pernah kami dengar sebelumnya, dan itu membimbing kami.”
 
Sebagian besar kardinal yang berhak memilih paus adalah mereka yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus dalam 12 tahun terakhir, sehingga sebagian besar elektor berasal dari luar Eropa, dengan representasi besar dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin.


Pemilihan yang Memiliki Nuansa Sejarah

Pemilihan paus kali ini akan berlangsung dalam tradisi konklaf yang dimulai sejak abad pertengahan.
 
Selama pertemuan rahasia yang berlangsung di Kapel Sistina, 135 kardinal yang memenuhi syarat akan menyaring calon paus baru melalui empat sesi pemungutan suara sehari.
 
Jika tidak ada kandidat yang memperoleh dua pertiga suara dalam waktu tiga hari, para kardinal akan beristirahat sebelum melanjutkan pemungutan suara.
 
 Baca Juga: Dukung Gaya Hidup Cerdas, Xiaomi TV A Pro 2026 Siap Hadir di Indonesia Mulai 5 Mei


Setiap kardinal yang terlibat dalam konklaf akan disumpah untuk menjaga kerahasiaan pemilihan tersebut. Selama pemilihan, mereka dilarang menggunakan ponsel, membaca koran, atau mengakses media massa.
 
Ponsel pintar dan akses internet juga dilarang, untuk memastikan tidak ada informasi yang bocor keluar.


Penunjukan Paus Baru: Habemus Papam

Setelah seorang kardinal memperoleh mayoritas dua pertiga suara, ia akan ditanya oleh Dekan Kardinal apakah ia menerima jabatan paus.
 
Jika menerima, ia akan memilih nama paus yang akan digunakan dan mengenakan pakaian kepausan.
 
Pengenalan paus baru kepada dunia akan dilakukan dengan seruan "Habemus Papam" yang diserukan oleh seorang kardinal senior dari balkon Basilika Santo Petrus, menandakan bahwa Gereja Katolik kini memiliki pemimpin baru.
 
 
Baca Juga: Tercatat Rp306 M, Tapi Ditinggal Cuma Rp2 Juta? Ini Fakta Harta Paus Fransiskus

Dengan begitu, perhatian dunia kini tertuju pada konklaf yang akan berlangsung pada 7 Mei mendatang, menentukan arah masa depan Gereja Katolik setelah Paus Fransiskus.

Tags

Terkini