mancanegara

Kardinal Robert Prevost Terpilih Menjadi Paus Leo XIV, Trump: Kehormatan Besar bagi Amerika

Jumat, 9 Mei 2025 | 16:57 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Paus Leo XIV. (Foto /ist. Desain Tim)

 

REPORTASENTT.COM, VATIKAN- Kardinal asal Amerika Serikat, Robert Francis Prevost, resmi terpilih sebagai pemimpin baru Gereja Katolik dunia dan mengambil nama Paus Leo XIV, menjadikannya paus pertama dalam sejarah yang lahir di Amerika Serikat.

Pengangkatan ini disambut hangat oleh berbagai pihak, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui akun Instagram resminya @realDonaldTrump, Trump menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya atas terpilihnya Leo XIV.

“Sungguh menggembirakan, dan merupakan Kehormatan Besar bagi Negara kita. Saya berharap dapat bertemu dengan Paus Leo XIV. Ini akan menjadi momen yang sangat berarti!,” tulis Trump.

Baca Juga: Dari Chicago ke Tahta Suci: Inilah Profil Paus Leo XIV, Suara Damai dari Amerika

Pemilihan Paus Leo XIV menjadi sorotan internasional, bukan hanya karena asal-usulnya yang unik, tetapi juga karena dinamika relasinya dengan Trump.

Sebelum konklaf, Trump sempat secara bercanda menyatakan dirinya sebagai “calon paus ideal,” bahkan membagikan gambar AI dirinya mengenakan jubah kepausan, konten yang viral di media sosial.

Namun di balik canda dan ucapan selamat, terdapat perbedaan pandangan yang mencolok antara keduanya.


Baca Juga: Kapolri Instruksikan Operasi Serentak Berantas Premanisme, Fokus Penindakan Mulai dari Pungli hingga Penganiayaan

Sebagai Kardinal, Prevost dikenal kerap menyuarakan keprihatinan atas kebijakan-kebijakan Trump, khususnya terkait isu imigrasi.

Pada tahun 2015, Prevost membagikan ulang sebuah artikel yang mengkritik retorika anti-imigran Trump.

Dalam homili pertamanya sebagai Paus, Leo XIV menekankan pentingnya persatuan, belas kasih, dan jembatan antarbangsa, yang oleh sebagian pengamat dianggap sebagai sindiran halus terhadap gaya kepemimpinan Trump yang dinilai memecah belah.


Baca Juga: Tak Lagi Hanya Pulau Jawa, Anak Muda Flores Timur Kini Dilirik untuk Kerja ke Jepang

Potensi Ketegangan di Masa Depan

Meski saat ini Trump menunjukkan dukungan, para analis memprediksi bahwa perbedaan ideologis keduanya bisa memunculkan ketegangan dalam jangka panjang.

Halaman:

Tags

Terkini