Dari Chicago ke Tahta Suci: Inilah Profil Paus Leo XIV, Suara Damai dari Amerika

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Jumat, 9 Mei 2025 | 04:32 WIB
Inilah Paus Leo XIV, Paus baru bagi Umat Katolik dunia.  (Foto  Vatikan Media/ desain Background by Tim Reportase NTT)
Inilah Paus Leo XIV, Paus baru bagi Umat Katolik dunia. (Foto Vatikan Media/ desain Background by Tim Reportase NTT)

 

REPORTASENTT.COM, VATIKAN- Kardinal Robert Francis Prevost resmi terpilih sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik Roma pada Rabu (8/5/2025), menggantikan mendiang Paus Fransiskus yang wafat pada awal tahun ini.

Ia memilih nama Leo XIV, menjadi orang Amerika Serikat pertama yang menduduki Tahta Suci.

Pemilihan ini diumumkan dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, di tengah sorak sorai umat Katolik yang memadati Lapangan Santo Petrus.

Baca Juga: Kapolri Instruksikan Operasi Serentak Berantas Premanisme, Fokus Penindakan Mulai dari Pungli hingga Penganiayaan

Dalam sapaan publik perdananya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan singkat namun kuat, Damai sejahtera bagi kalian semua.

Latar Belakang dan Pendidikan

Lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat pada 14 September 1955, Paus Leo XIV memiliki latar belakang multikultural.

Ayahnya, Louis Marius Prevost, berdarah Prancis-Italia, sementara ibunya, Mildred Martínez, berasal dari keturunan Spanyol.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di bidang Matematika di Universitas Villanova pada 1977, lalu masuk Ordo St. Agustinus pada 1978.

Setelah mengucapkan kaul kekal pada 1981, ia meraih gelar Magister Divinitas dari Persatuan Teologi Katolik di Chicago dan ditahbiskan sebagai imam pada 1982.

Baca Juga: Tak Lagi Hanya Pulau Jawa, Anak Muda Flores Timur Kini Dilirik untuk Kerja ke Jepang

Prevost kemudian melanjutkan studi doktoral dalam Hukum Kanon di Universitas Kepausan St. Thomas Aquinas, Roma.

Pelayanan di Amerika Latin

Karier pastoralnya banyak dijalani di Peru, di mana ia dikenal luas sebagai misionaris, pendeta, dan pengajar seminari.

Ia sempat menjabat sebagai Prior Provinsial Ordo Agustinian di negara itu sebelum diangkat menjadi Prior Jenderal Ordo St. Agustinus pada 2001, posisi yang diembannya hingga 2013.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X