mancanegara

Gelombang Anti Nepo Kids Guncang Nepal, Perdana Menteri Mundur

Rabu, 10 September 2025 | 21:57 WIB
Foto saat aksi demonstrasi.



 
 
REPORTASENTT.COM-   Fenomena nepo kids, istilah yang merujuk pada anak pejabat dengan gaya hidup glamor, menjadi pemicu krisis politik terbesar di Nepal dalam satu dekade terakhir.
 
 
 
Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli resmi mengundurkan diri pada Selasa, 9 September 2025, setelah tekanan publik meledak menjadi gelombang protes nasional.
 
 


Awalnya, istilah nepo kids populer di India untuk menggambarkan anak selebriti yang mudah menembus industri film.
 
 
 
 
 Baca Juga: Transparansi di Ujung Bibir: RUU Perampasan Aset dan Bayang- bayang Manipulasi Politik
 
 
 
 
Namun di Nepal, maknanya bergeser: simbol kemewahan anak-anak pejabat yang pamer harta, dari mobil mewah hingga barang bermerek, di tengah mayoritas warga yang sulit mendapatkan pekerjaan.
 
 
 
 


“Ketimpangan ini sudah terlalu mencolok. Mereka hidup enak karena orang tuanya berkuasa,” kata seorang mahasiswa Kathmandu kepada Al Jazeera, Rabu, 10 September 2025.
 
 
 


Ledakan kemarahan publik terjadi saat video anak pejabat memamerkan pesta mewah viral di media sosial.
 
 
 
 
 
 
 Baca Juga: Suara Jalanan Direduksi Statistik, Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang Kontroversi
 
 
 
 
Tagar #NepoKid pun memuncaki tren di Nepal, menyulut aksi demonstrasi yang berujung bentrokan.
 
 
 


Kerusuhan berlangsung sejak akhir pekan lalu, dengan massa menyerang rumah pejabat, kantor partai, hingga gedung parlemen.
 
 
 
 
 
Bandara Internasional Kathmandu sempat menutup penerbangan, dan unjuk rasa di Lalitpur pada Selasa malam diwarnai pembakaran ban serta penyerangan kantor politik.
 
 
 
 
 Baca Juga: Seniman Konga Flores Timur Kolaborasi di Festival Pasca Penciptaan ISI Surakarta
 


Korban jiwa pun berjatuhan. Menurut laporan, lebih dari 20 orang tewas, termasuk istri mantan perdana menteri, Radhika Shakya.
 
 
 
 
 
Mayoritas korban adalah anak muda yang ikut turun ke jalan.
 
 


Tekanan publik kian mengguncang kabinet. Selain Oli, Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak dan Menteri Pertanian Ramnath Adhikari ikut mengundurkan diri.
 
 
 
 
 Baca Juga: Sri Mulyani Dicopot, Rupiah Sempat Menguat: Prabowo Tunjuk Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Keuangan
 
 
 
 
Namun mundurnya para pejabat tidak menyurutkan gelombang demonstrasi.
 
 
 


Pengamat politik Yog Raj Lamichhane menilai fenomena nepo kids hanyalah puncak gunung es.
 
 
 
 
“Akar masalahnya adalah ketimpangan yang sudah lama dibiarkan. Anak pejabat hidup dari keuntungan politik orang tuanya, sementara rakyat dibiarkan frustasi,” ujarnya.
 
 
 
 
 Baca Juga: Minum Kopi Pagi Bikin Mood Lebih Bahagia, Efeknya Tahan 2,5 Jam
 
 


Hal serupa ditegaskan Dipesh Karki, dosen di Kathmandu University. Menurutnya, sejak masa kerajaan hingga republik, kekuasaan di Nepal tetap terkonsentrasi pada segelintir elite.
 
 
 
“Fenomena nepo kids hanyalah wajah baru dari praktik lama: penangkapan sumber daya oleh elite politik,” katanya.

Tags

Terkini