REPORTASENTT.COM, ATHENA- Anggota mantan keluarga kerajaan Yunani secara resmi mengajukan permohonan kewarganegaraan Yunani dan mengakui sistem pemerintahan republik negara itu.
Langkah ini menjadi babak baru setelah lebih dari lima dekade sejak monarki dihapuskan melalui referendum.
Pejabat Yunani mengonfirmasi bahwa anggota keluarga mendiang Raja Constantine II, yang wafat tahun lalu pada usia 82 tahun, telah menandatangani deklarasi pada Kamis lalu.
Pejabat Yunani mengonfirmasi bahwa anggota keluarga mendiang Raja Constantine II, yang wafat tahun lalu pada usia 82 tahun, telah menandatangani deklarasi pada Kamis lalu.
Deklarasi tersebut mengakui pemerintahan republik dan mengadopsi nama keluarga baru, "De Grece", yang dalam bahasa Prancis berarti "dari Yunani".
Namun, keputusan untuk menggunakan nama keluarga "De Grece" menuai kritik dari sejumlah politisi, khususnya dari kubu sayap kiri.
Namun, keputusan untuk menggunakan nama keluarga "De Grece" menuai kritik dari sejumlah politisi, khususnya dari kubu sayap kiri.
Partai Sosialis menyatakan bahwa pilihan nama tersebut "menciptakan kebingungan" karena terkesan sebagai gelar kebangsawanan.
Partai sayap kiri Syriza menambahkan bahwa penggunaan nama tersebut bermasalah karena hukum Yunani tidak mengakui gelar kebangsawanan dalam bentuk apa pun.
Kewarganegaraan Dicabut pada 1994
Mendiang Raja Constantine II dan keluarganya kehilangan kewarganegaraan Yunani pada 1994 di tengah perselisihan dengan pemerintah mengenai bekas properti kerajaan.
Mereka juga dituduh enggan melepaskan klaim atas takhta Yunani untuk keturunan mereka.
Selama bertahun-tahun, keluarga tersebut hidup dalam pengasingan hingga akhirnya Constantine kembali ke Yunani sebagai warga biasa di usia tujuh puluhan.
Selama bertahun-tahun, keluarga tersebut hidup dalam pengasingan hingga akhirnya Constantine kembali ke Yunani sebagai warga biasa di usia tujuh puluhan.
Sebelumnya, keluarga kerajaan menolak mengadopsi nama keluarga yang diberikan pemerintah, seperti "Glucksburg", karena dianggap terlalu erat kaitannya dengan nenek moyang Jerman mereka dan mengurangi identitas Yunani.
Proses Kewarganegaraan
Menurut laporan media Yunani, 10 anggota keluarga, termasuk anak-anak Constantine II- Alexia, Pavlos, Nikolaos, Theodora, dan Philippos, serta lima cucunya, telah mengajukan permohonan kewarganegaraan.
Namun, nama resmi para pemohon belum diumumkan secara publik.
“Masalah yang selama ini tertunda kini sedang diselesaikan,” ujar Athanasios Balerpas, pejabat Kementerian Dalam Negeri, kepada radio pemerintah.
“Masalah yang selama ini tertunda kini sedang diselesaikan,” ujar Athanasios Balerpas, pejabat Kementerian Dalam Negeri, kepada radio pemerintah.
“Ini adalah momen untuk menutup babak masa lalu dan bergerak maju sebagai satu bangsa.”
Keputusan resmi mengenai pengajuan kewarganegaraan ini akan dipublikasikan di lembaran negara.
Keputusan resmi mengenai pengajuan kewarganegaraan ini akan dipublikasikan di lembaran negara.
Setelah itu, para pemohon dapat mengajukan kartu identitas dan paspor Yunani.
Baca Juga: Akhirnya, Alfamart di Kota Larantuka Diresmikan, Sekda Pedo: Jaga Komitmen Harga
Sejarah Singkat Monarki Yunani
Sejarah Singkat Monarki Yunani
Monarki Yunani dihapuskan melalui referendum pada Desember 1974, di mana mayoritas rakyat memilih untuk mendukung sistem republik.
Referendum tersebut dilakukan beberapa bulan setelah berakhirnya kediktatoran militer selama tujuh tahun.
Langkah mantan keluarga kerajaan untuk kembali sebagai warga negara Yunani menutup salah satu babak sejarah kontroversial di negara itu.
Langkah mantan keluarga kerajaan untuk kembali sebagai warga negara Yunani menutup salah satu babak sejarah kontroversial di negara itu.