Presiden Prabowo Kenang Paus Fransiskus: Dunia Kehilangan Sosok Panutan Perdamaian

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 21 April 2025 | 20:25 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menyalami Paus Fransiskus. (Foto orginal Facebook Prabowo Subianto/ desain background Reportase NTT)
Presiden Prabowo Subianto saat menyalami Paus Fransiskus. (Foto orginal Facebook Prabowo Subianto/ desain background Reportase NTT)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo mengenang Sri Paus sebagai sosok panutan dunia yang berkomitmen besar terhadap perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan.

“Dengan rasa duka yang mendalam, saya menerima kabar mangkatnya Paus Fransiskus. Dunia kembali kehilangan sosok panutan yang memiliki komitmen besar terhadap perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan,” ujar Prabowo, Senin (21/4/2025).

Baca Juga: Hingga Akhir Hayat, Tetap Rendah Hati: Paus Fransiskus Tolak Tiga Peti, Pilih Dimakamkan di Santa Maria Maggiore

Prabowo juga mengenang momen kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta pada tahun lalu, yang menurutnya meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya di kalangan umat Katolik, melainkan juga di hati seluruh rakyat Indonesia.

“Pesan kesederhanaan, pluralisme, keberpihakan kepada orang miskin, dan kepedulian Sri Paus terhadap sesama akan selalu menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya.

Presiden Prabowo pun menyampaikan pesan Sri Paus tentang pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman akan selalu membekas di hati bangsa Indonesia.

Baca Juga: Cekcok Polisi dan Wartawan di Larantuka Tuntas di Meja Mediasi

“Selamat jalan Sri Paus, pesanmu untuk menjaga Bhineka Tunggal Ika akan selalu membekas di hati,” ucapnya.

Dunia Berduka

Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia yang dikenal dengan kesederhanaan, kerendahan hati, dan cinta kasih, wafat dalam usia 88 tahun.

Sri Paus yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, itu telah memimpin Gereja Katolik sejak tahun 2013. Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai figur reformis yang menekankan pentingnya kasih sayang, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap kaum marginal.

Paus Fransiskus mencatatkan sejumlah sejarah penting.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X