DPR Bahas Sinergi Fiskal dan Moneter, Istana Bantah Isu Pergantian Gubernur BI dan Menkeu

Photo Author
Redaksi, Reportase NTT
- Minggu, 7 Juni 2026 | 09:11 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco gelar pertemuan untuk pemangku otorita ekonomi untuk membahas fiskal dan moneter. (Instagram/sufmi_dasco)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco gelar pertemuan untuk pemangku otorita ekonomi untuk membahas fiskal dan moneter. (Instagram/sufmi_dasco)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA,- DPR RI mempertemukan otoritas fiskal dan moneter dalam forum koordinasi ekonomi yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi kebijakan ekonomi nasional sekaligus merespons dinamika yang berkembang di pasar keuangan.

Pertemuan dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pimpinan Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang mewakili pemerintah.

Dasco menjelaskan agenda utama pertemuan berkaitan dengan evaluasi perkembangan ekonomi nasional dan penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal serta moneter guna menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih baik.

 

Baca Juga: Seleksi Transparan Tanpa Titipan, 307 Calon Anggota Polri di Polda NTT Lolos ke Tahap Rikkes II



“Pertemuan untuk evaluasi mengenai perkembangan ekonomi, sekaligus koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada saat ini,” kata Dasco dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Dasco, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman terkait langkah bersama dalam menjaga kondisi ekonomi nasional di tengah tantangan global dan tekanan pasar keuangan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan fokus utama saat ini adalah memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter dengan tetap menjaga kewenangan masing-masing institusi demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

 

Baca Juga: Salah Cari Orang di Lippo Kupang, Malah Pukul Karyawan yang Tak Bersalah, Kasus Berakhir Damai



Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan terus mendukung langkah bank sentral agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

“Kalau kebijakannya sudah menyatu, seperti sinergi penuh, harusnya mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah,” kata Purbaya.

Ia optimistis penguatan koordinasi tersebut dapat memperbaiki sentimen pasar terhadap mata uang nasional.

 

Baca Juga: Operasi Pemberantasan Kejahatan, Polda NTT Sita 245 Barang Bukti dan Amankan 87 Tersangka



“Sehingga nanti rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah lagi ke level yang lebih tinggi dari sekarang,” lanjutnya.

Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pertemuan tersebut merupakan inisiatif DPR untuk memperkuat koordinasi antarlembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan ekonomi nasional.

“Kami mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dasco sebagai pimpinan DPR yang telah memfasilitasi pertemuan pada pagi hari di antara kita semua,” kata Prasetyo.

 

Baca Juga: Libur Sekolah 2026, PELNI Berlakukan Diskon Tiket Kapal Ekonomi hingga 30 Persen



Prasetyo hadir mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang sedang menjalankan agenda di luar negeri.

Ia menilai koordinasi yang intensif menjadi faktor penting dalam menjaga kebijakan fiskal dan moneter tetap berada pada jalur yang diharapkan.

“Terjadinya koordinasi yang erat, koordinasi yang intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi di dalam menjaga moneter dan fiskal terus berada di posisi yang diharapkan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X