Beliau bergabung dengan Ordo Santo Agustinus (OSA) pada 2001 dengan mengikrarkan Kaul Pertama, lalu mengikrarkan Kaul Kekal di Nijmegen, Belanda, pada 2005.
Pater Bernardus menerima tahbisan diakon di Roma pada 4 April 2006 dan tahbisan imamat pada 30 Juli 2006.
Ia kemudian melanjutkan studi S-2 di Fakultas Teologi (Misiologi) Universitas Kepausan Urbaniana, Roma (2002-2006), serta menyelesaikan studi doktoral (S-3) dalam bidang yang sama di universitas tersebut pada 2018.
Pengalaman
Sebelum diangkat menjadi Uskup Timika, Pater Bernardus telah banyak berkarya dalam pelayanan Gereja dan masyarakat.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) OSA Vikariat Papua, staf pengajar di STFT Fajar Timur, serta Prior Regionalis OSA Wilayah Papua-Indonesia (2006-2014).
Sejak 25 Januari 2023, ia dipercaya sebagai Ketua STFT Fajar Timur, Abepura.
Baca Juga: Pengangkatan CASN 2024 Disepakati Pemerintah dan DPR: Butuh Waktu, Cermat, dan Hati- hati
Selain tugasnya dalam Gereja, Pater Bernardus juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, terutama dalam pengembangan budaya Papua, perlindungan masyarakat adat, dan kampanye ekologi.
Ia pernah menjadi Anggota Dewan Konsultatif Keuskupan Manokwari-Sorong (2006-2012) dan pembina kaum muda serta mahasiswa Katolik asal Maybrat di Yogyakarta sejak 2006.