Suharyanto juga meninjau pembangunan huntara tahap III yang dikerjakan oleh personel TNI bersama masyarakat setempat.
Pembangunan ke depan, menurut Suharyanto, akan lebih banyak melibatkan masyarakat, terutama bagi mereka yang memilih evakuasi mandiri dan berada di luar pos pengungsian resmi.
Baca Juga: Satgas Pekat Flotim Gerebek Truk Ekspedisi, 16 Jerigen Moke Diamankan di Pelabuhan Feri Larantuka
Hingga saat ini, sebanyak 450 unit huntara tahap I dan II telah terbangun dan dihuni oleh 450 KK dari Desa Dulipali, Nawokote, Klatanlo, dan Boru.
Fasilitas ini dilengkapi tiga sumur bor dan jaringan listrik.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB meresmikan Ruang Belajar Sementara “Komunitas Pahlawan Anak” bagi anak-anak PAUD. Ruang belajar ini merupakan kolaborasi antara Pemda Flores Timur, Save The Children, Circle of Imagine Society Timor, dan PMBP NTT.
Baca Juga: Paus Leo XIV Puji Peran Vital Serikat Misi Kepausan dalam Menyebarkan Semangat Misioner Gereja
BNPB juga menyerahkan bantuan pendidikan berupa 500 tas sekolah darurat untuk siswa PAUD dan SD, 250 kotak kontainer untuk siswa Seminari, serta bantuan simbolis kunci Rumah Contoh RIKSA kepada salah satu warga terdampak.
“Ini bukan sekadar bangunan. Ini tentang harapan, tentang masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Flores Timur,” pungkas Suharyanto.