Paus Leo XIV Puji Peran Vital Serikat Misi Kepausan dalam Menyebarkan Semangat Misioner Gereja

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 08:17 WIB
Paus Leo menerima Serikat Misi Kepausan (@Vatican Media)
Paus Leo menerima Serikat Misi Kepausan (@Vatican Media)

REPORTASENTT.COM, VATIKAN-  Paus Leo XIV memberikan penghormatan tinggi kepada Serikat Misi Kepausan atas dedikasi dan kontribusi global mereka dalam menyebarkan semangat misioner di kalangan umat beriman.
 
Dalam sambutannya pada Sidang Umum Serikat Misi Kepausan yang digelar pada Kamis pagi di Vatikan, Paus menegaskan bahwa lembaga ini merupakan sarana utama dalam membangkitkan tanggung jawab misionaris, khususnya di wilayah-wilayah di mana Gereja masih berkembang.

“Serikat Misi Kepausan secara efektif merupakan sarana utama dalam membangkitkan tanggung jawab misionaris di antara semua komunitas gerejawi yang telah dibaptis,” ujar Paus Leo XIV.
 
 
 
Ia menambahkan bahwa lembaga ini memainkan peran penting dalam mendukung Gereja-gereja muda di berbagai belahan dunia.

Misi yang Tak Tergantikan

Berbicara dalam bahasa Inggris, Paus mengenang pengalamannya sebagai misionaris di Peru dan menyampaikan rasa terima kasih kepada para peserta dari lebih 120 negara atas dedikasi mereka.

“Saya dapat membuktikannya secara pribadi,” tutur Paus Leo XIV.
 
“Pelayanan Anda sangat penting bagi misi evangelisasi Gereja, dan saya mengalaminya langsung selama pelayanan saya di Peru.”
 
 
Baca Juga: Kapolda NTT Diganti, Irjen Daniel Silitonga Naik Kelas Jadi Kasespim, Tugas dan Fungsinya Ternyata Mengejutkan

Ia juga menyoroti kiprah Serikat bagi Penyebaran Iman yang menyediakan bantuan pastoral, pembangunan gereja, layanan kesehatan, dan pendidikan.
 
Serikat Anak-anak Kudus, Serikat Santo Petrus Rasul, dan Serikat Misionaris juga disebut sebagai pilar penting dalam pembinaan dan pendidikan panggilan misioner, baik bagi anak-anak maupun kaum religius.

Dunia Butuh Pesan Kasih Allah

Paus menekankan bahwa semangat kerasulan tetap menjadi aspek penting dari pembaruan Gereja seperti yang diamanatkan oleh Konsili Vatikan II.
 
Ia menyatakan bahwa di tengah dunia yang dilanda perang, kekerasan, dan ketidakadilan, pesan Injil menjadi semakin mendesak.

“Dunia kita perlu mendengar pesan Injil tentang kasih Allah dan mengalami kuasa rekonsiliasi dari kasih karunia Kristus,” tegas Paus.
 
 
 
“Gereja harus menjadi Gereja misioner yang membuka tangannya kepada dunia, mewartakan Sabda, dan menjadi ragi keharmonisan bagi umat manusia.”

Seruan untuk Menjadi Misionaris Harapan

Mengingat urgensi membawa Kristus kepada semua orang, Paus Leo XIV mendorong para Direktur Nasional Serikat Misi Kepausan untuk lebih aktif mengunjungi keuskupan, paroki, dan komunitas.
 
Hal ini, menurutnya, penting untuk menumbuhkan kesadaran umat akan panggilan misioner.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan tahunan Serikat dalam menyukseskan Hari Misi Sedunia yang digelar setiap Minggu kedua terakhir bulan Oktober.
 
 

Menutup pidatonya, Paus menggarisbawahi dua identitas mendasar dari Serikat Misi Kepausan: persekutuan dan universalitas.
 
Ia menekankan pentingnya membangun visi Gereja sebagai komunitas umat beriman yang diramaikan oleh Roh Kudus dan dipersatukan dalam harmoni Tritunggal Mahakudus.

“Dalam Kristus, kita adalah satu, keluarga Allah, melampaui keragaman bahasa, budaya, dan pengalaman,” ujar Paus, mengutip semboyan episkopalnya In Illo uno unum.
 


Paus Leo XIV mengajak seluruh umat untuk menjadi “para peziarah harapan” menjelang Tahun Suci mendatang dan mempercayakan karya misioner Serikat Misi Kepausan kepada perlindungan Bunda Maria.

“Saya mendorong Anda semua untuk menjadi misionaris harapan di antara semua orang.”  Paus Leo XIV

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X