Selain menjaga norma dan nilai budaya Indonesia, pilihan ini juga mencerminkan simbol diplomasi yang lebih inklusif.
Baca Juga: Curanmor Misterius di Flotim Akhirnya Terkuak, Pelaku Berhasil Dibekuk Setelah Ubah Warna Motor!
“Jamuan kenegaraan selalu memperhatikan sensitivitas budaya Indonesia. Itu sudah protokol tetap kami,” imbuhnya.
Pihak Istana juga menyatakan, meski acara bersifat formal dan mengikuti standar protokol internasional, menu dan suasana tetap dirancang selaras dengan budaya lokal.
“Protokol jamuan makan malam di Istana tetap memperhatikan budaya dan nilai-nilai masyarakat Indonesia,” tegas keterangan resmi dari Istana.