Bedanya, kali ini bukan virus yang dihadapi, melainkan nasi kotak dan lauk pauk yang salah urus.
Transparansi Ala Pandemi
Budi menyebut, publik juga akan diberi akses terhadap laporan kasus keracunan.
Jika perlu, update akan dilakukan secara harian, mingguan, atau bulanan, seperti saat konferensi pers rutin COVID-19.
“Kami akan berkoordinasi dengan Badan Komunikasi Pemerintah,” ujarnya.