REPORTASENTT.COM, ACEH TENGAH- Sejumlah warga Kampung Durian, Kabupaten Aceh Tengah, terpaksa mengungsi dan membangun tenda di kompleks kuburan Tionghoa setelah rumah mereka rusak diterjang banjir bandang dan tanah longsor.
Kuburan yang berada di kawasan perbukitan itu dipilih karena relatif aman dari genangan. Dengan perlindungan seadanya, warga menggelar tikar dan menyusun barang-barang di antara nisan untuk tempat beristirahat sementara.
Kondisi tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun TikTok @bang_cigen. Dalam video yang telah ditonton lebih dari 40 ribu kali itu, terlihat warga mendirikan tenda darurat di area pemakaman.
Baca Juga: Sempat Berpindah-pindah, Buronan Penganiayaan di Kupang Dibekuk Polisi
Dalam rekaman tersebut, seorang warga juga menyampaikan permohonan izin kepada ahli waris makam yang ditempati sementara.
“Untuk keluarga Bapak Wong Suherman, kami mohon maaf pemakamannya kami tempati mengungsi sementara ini karena rumah kami belum bisa ditempati,” ujar warga dalam video yang diunggah Sabtu (17/1/2026).
Warga mengaku rumah mereka roboh dan tertimbun lumpur akibat banjir. Hingga kini, mereka belum tahu ke mana harus mengungsi dan sampai kapan harus bertahan di lokasi tersebut.
Baca Juga: Pria Lansia Ditemukan Telungkup di Kupang, CCTV Ungkap Detik-detik Terakhir
“Rumahnya ada yang roboh, berlumpur, tidak tahu lumpurnya dibuang ke mana. Kami nggak tahu sampai kapan di sini,” ucapnya.
Warga Kampung Durian diketahui telah tinggal di kompleks kuburan Tionghoa itu sejak Desember 2025.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 37.888 unit rumah di Kabupaten Aceh Tamiang terdampak bencana.