Rumah Lenyap Diterjang Banjir, Warga Aceh Tengah Bangun Tenda di Kuburan

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 18 Januari 2026 | 16:43 WIB
Warga di Aceh Tamiang harus bertahan dengan tinggal di kompleks kuburan Tionghoa pascabanjir. (TikTok/bang_cigen)
Warga di Aceh Tamiang harus bertahan dengan tinggal di kompleks kuburan Tionghoa pascabanjir. (TikTok/bang_cigen)

Baca Juga: Kapolres Ende Turun ke Lokasi Sungai Deras Usai Video Ibu Hamil Viral, Jembatan Permanen Masuk Rencana 2026

 

Rinciannya, 15.174 unit rusak ringan, 9.366 unit rusak sedang, 8.509 unit rusak berat, serta 4.839 unit rumah rusak berat hanyut.



Berdasarkan data BNPB per 14 Januari 2026, pemerintah merencanakan pembangunan 2.299 unit hunian sementara (huntara) bagi kepala keluarga dengan rumah rusak berat, hanyut, atau hilang. Huntara akan dibangun di 10 titik di sejumlah kecamatan.



Hunian sementara tersebut dilengkapi fasilitas pendukung seperti MCK, jaringan listrik, klinik, hingga taman bermain.

Baca Juga: Baru Bebas Penjara, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Manggarai Barat

Sejumlah lokasi telah mulai dibangun sejak awal Januari 2026 dan ditargetkan rampung akhir bulan agar dapat ditempati warga menjelang Ramadan.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X