REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Ribuan peziarah Katolik dari berbagai penjuru Indonesia bersiap memadati Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk mengikuti puncak devosi akbar dalam rangkaian Pekan Suci, Prosesi Jumad Agung.
Namun, di balik perayaan sakral ini, Panitia Pekan Suci Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka mengeluarkan sejumlah imbauan penting demi menjaga kelancaran dan kekhusyukan jalannya prosesi.
Dalam konferensi pers yang digelar di halaman Gereja Katedral Larantuka, Selasa (15/4/2025), RD. Anselmus Liwun selaku Koordinator Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Larantuka menyampaikan bahwa hanya peziarah yang sehat secara fisik dan psikis yang diperbolehkan mengikuti prosesi.
Baca Juga: Menapaki Iman di Usia Senja: Jonas, 70 Tahun, dari Malaysia Demi Semana Santa Larantuka
“Bagi yang merasa tidak dalam kondisi fit, panitia telah menyiapkan tempat khusus untuk berdoa di dalam Gereja Katedral,” ungkap RD. Anselmus.
Lebih lanjut, panitia melarang penggunaan telepon genggam selama prosesi berlangsung.
Termasuk di dalamnya adalah aktivitas unggah foto atau video ke media sosial.
“Segala bentuk komunikasi melalui handphone, termasuk unggahan di media sosial, dilarang keras. Ini untuk menjaga suasana khusyuk dan mencegah gangguan terhadap makna rohani prosesi,” katanya.
Panitia juga meminta semua peziarah untuk menjaga ketertiban, tidak melakukan gerakan berlebihan, serta mengikuti instruksi petugas di lapangan.
TNI/Polri yang bertugas akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran.
Baca Juga: Duel Pemuda di Kota Kupang Berujung Damai Gara- gara Polisi Naik Motor
Peziarah wajib mengenakan tanda pengenal resmi sebagai satu-satunya atribut yang diizinkan.
Artikel Terkait
Duel Pemuda di Kota Kupang Berujung Damai Gara- gara Polisi Naik Motor
Habis Harapan di Jeddah, Garuda Muda Dibekuk Korea Utara 6 Gol Tanpa Balas
Bisikan Gaib Bikin Nekat! Mahasiswa Pria Nyamar Jadi Jamaah Cewek, Pakai Mukena Masuk Barisan Wanita
Baru Turun dari KM Lambelu, Pria Asal Ile Mandiri Flotim Diciduk Polisi Gara- gara Bawa Barang Mencurigakan
Menapaki Iman di Usia Senja: Jonas, 70 Tahun, dari Malaysia Demi Semana Santa Larantuka