REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Silvester Kabelen, menyebutkan bahwa kegiatan Flores Timur Bermusik merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata yang berkelanjutan di daerah.
Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada acara Flores Timur Bermusik yang digelar di Pantai Asam Satu Beach, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Jumat (6/6/2025).
Menurut Silvester, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bagian penting dalam strategi pembangunan jangka panjang daerah.
Baca Juga: Ngaku Lapar, Minta Ayam Geprek Pakai Ancaman! Preman Makanan Gratis Kupang Akhirnya Diseret ke Jaksa
“Banyak orang hanya melihat dampak sesaat, misalnya berapa penghasilan UMKM malam ini. Tapi sesungguhnya kita sedang membangun investasi jangka panjang, ekosistem untuk membuka peluang pasar dan kemitraan ke depan,” ujar Silvester.
Ia menekankan melalui even seperti ini, Flores Timur sedang diarahkan untuk membangun masa depan yang merata dan berkelanjutan, khususnya dengan memanfaatkan era digitalisasi untuk pengembangan UMKM, promosi budaya, serta inovasi di sektor pariwisata.
Silvester juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah menginisiasi program transformasi pembangunan daerah, dan Flores Timur menjadi salah satu kabupaten yang aktif membangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah, pelaku seni, dan pelaku usaha lokal.
Baca Juga: Solor Fun Run 2025 Siap Digelar, Angkat Budaya dan Potensi Wisata Pulau Solor
“Kami di Dinas Pariwisata diberi ruang untuk terus mempromosikan pariwisata dan budaya Flores Timur, mulai dari Festival Bale Nagi yang mendukung Semana Santa, hingga Flores Timur Bermusik yang memberi panggung bagi kaum muda dan komunitas seni untuk menyalurkan bakatnya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencana untuk melanjutkan program Flores Timur Bermusik di lokasi-lokasi berbeda setiap bulan, seperti Pantai Sustereran, Lapangan Lebao, Taman Felix Fernandes Larantuka, hingga Air Panas Oka.
“Kita ingin memberikan ruang seluas-luasnya kepada para pecinta musik di Flores Timur untuk berekspresi dan berkreasi. Banyak sekali kelompok band, pencipta lagu, dan komunitas musik di daerah kita yang berbakat,” tambahnya.
Silvester menambahkan, Flores Timur tidak hanya membangun panggung seni, tapi juga membangun fondasi ekonomi kreatif dan pariwisata untuk masa depan yang lebih baik.
Artikel Terkait
Isu Kapolri Dicopot, Istana Buka Suara: Jenderal Listyo Masih Aktif, Bareng Presiden di Kalbar
Pengundian Piala Dunia U-17 Wanita 2025 Digelar di Maroko, Ini Pembagian Pot dan Jadwalnya
Surga Disulap Jadi Neraka: Benny Wenda Bongkar Kolonialisme Baru di Balik Tambang Nikel Raja Ampat
Solor Fun Run 2025 Siap Digelar, Angkat Budaya dan Potensi Wisata Pulau Solor
Ngaku Lapar, Minta Ayam Geprek Pakai Ancaman! Preman Makanan Gratis Kupang Akhirnya Diseret ke Jaksa