Tamtama: 6.055 peserta, 3.580 dinyatakan lolos.
Baca Juga: Polda NTT Kerahkan 94 Personil ke Flotim, Gunung Lewotobi Level Awas
Bintara (Secaba): 1.233 peserta, hanya 273 yang berhasil
“Semua murni hasil seleksi. Tidak ada intervensi dari pihak manapun,” tegasnya.
4. Putra Daerah Jadi Prioritas
Menanggapi tudingan bahwa anak-anak NTT dipinggirkan, Brigjen Joao membantah keras. Menurutnya, justru putra-putri daerah mendapat prioritas.
Baca Juga: Ibu 52 Tahun Asal Ritaebang Meriahkan Solor Fun Run 2025: Usia Bukan Penghalang untuk Semangat
“Justru kami prioritaskan putra daerah. Tapi harus layak! Siap lahir dan batin,” ujarnya.
5. Disiplin Sejak Awal: Perlengkapan Harus Lengkap
Setiap peserta diwajibkan membawa perlengkapan lengkap sejak seleksi awal, sebagai bentuk pembinaan mental dan kedisiplinan.
Baca Juga: Tel Aviv Terancam Luluh Lantak, Pakar Peringatkan Serangan Iran Bisa Picu Kehancuran Total Israel
“Kami ingin calon prajurit disiplin sejak awal. Tidak ada kompromi,” tegasnya.
Tak Toleransi Kecurangan
Menutup konferensi pers, Brigjen Joao menjelaskan pihaknya tidak akan membiarkan proses rekrutmen dicemari oleh praktik curang.
“Kami tidak akan membiarkan seleksi dicemari praktek curang. Yang kami cari adalah pejuang sejati,” kata Danrem.
Artikel Terkait
Pertama Kali ke Solor, Ria Langsung Jatuh Hati: Fun Run Ini Seperti Lari di Surga Tersembunyi
Diskon Tiket Kapal PELNI Diserbu! Baru 15 Hari, 310 Ribu Tiket Ludes Terjual
Gunung Lewotobi Erupsi, Radius Bahaya Diperluas hingga 8 KM
Ketua Bhayangkari Ende Jatuh Dua Kali Demi Bantu Warga Terpencil, Medan Ekstrim Tak Halangi Misi Kemanusiaan
Menteri BKKBN Blusukan ke Timur! Gubernur NTT Siaga, Program KB Sasar Larantuka dan Solor