REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Sebanyak 16 paket pekerjaan fisik Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Flores Timur hingga kini belum rampung. Pemerintah daerah menggelar rapat evaluasi bersama para kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) guna mempercepat penyelesaian proyek.
Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli, mengumpulkan para rekanan dan PPK di ruang kerjanya, Jumat (27/2/2026). Pertemuan itu membahas progres pekerjaan sekaligus kendala yang dihadapi di lapangan.
Ignasius meminta para kontraktor tidak mengabaikan tanggung jawab administratif maupun teknis dalam pelaksanaan proyek.
Baca Juga: Kemiskinan Flores Timur Turun 0,37 Persen, LKARI Apresiasi Kinerja Bupati Doni Dihen–Ignas Uran
“Ketaatan dalam pengerjaan fisik penting, tetapi kewajiban administrasi juga harus berjalan seimbang. Keduanya menentukan hasil akhir pekerjaan,” katanya dalam rapat tersebut.
Ia juga menyoroti dampak keterlambatan proyek terhadap citra pemerintah daerah. Menurutnya, sorotan publik kerap diarahkan kepada kepala daerah, meski pelaksanaan teknis berada pada pihak rekanan.
“Saya ingatkan, tidak ada intervensi pada paket pekerjaan tahun anggaran 2025. Tidak ada kontribusi Bupati dan Wakil Bupati terhadap pengerjaan paket-paket yang telah selesai maupun yang belum,” kata Ignasius.
Baca Juga: Polemik Skorsing Agustina Sabu Beda di RS Bukit Lewoleba, Pernyataan Piter Payong Berubah di Hadapan Disnaker
Data Bagian Pembangunan Setda Flores Timur mencatat, dari total 43 paket pekerjaan tahun anggaran 2025, sebanyak 27 paket telah selesai, sedangkan 16 lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Sejumlah kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan material dan akses jalan menuju lokasi pekerjaan.
Dalam rapat tersebut disepakati pemberian tambahan waktu bagi paket yang belum rampung, disesuaikan dengan persentase progres terakhir di lapangan.
Baca Juga: Selisih Hitung Hak Pekerja, Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka Diminta Buka Format Perhitungan Resmi
Pertemuan turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Adrianus Lamabelawa, Kepala Dinas PUPR Saul Paulus Hekin, Kepala Dinas PKO Felix Suban Hoda, Kepala Dinas Kesehatan dr Ogie Silimalar, Kepala Dinas Kominfo Herry Lamawuran, Direktur RSUD Larantuka Gregorius Bato Konten, Kepala Bagian Pembangunan Yohanes Maria Vianey Tukan, serta para kontraktor dan PPK.
Rapat ini digelar untuk mencegah penundaan lanjutan sekaligus menjadi evaluasi menjelang pelaksanaan paket pekerjaan tahun anggaran berikutnya.
Artikel Terkait
Piche Kota Mengeluh Sakit Usai Ditangkap, Jalani Observasi Medis di RSUD Atambua
Skema Baru TPG 2026 Dinilai Belum Tuntas, PGRI Flores Timur Soroti Ketidakpastian Sistem
Di Balik Skorsing Bidan RS Bukit Lewoleba: Dugaan Ajakan Personal Wakil Direktur hingga Permintaan Nomor Rekening Mencuat
Diduga Gelapkan Motor Gadai, Anggi Diaz Alfi Dilaporkan ke Polres Flores Timur
Kemiskinan Flores Timur Turun 0,37 Persen, LKARI Apresiasi Kinerja Bupati Doni Dihen–Ignas Uran