REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Operasional dapur SPPG Ekasapta di Kelurahan Ekasapta, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dihentikan sementara setelah limbah cair dilaporkan mengalir hingga ke area permukiman warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Ekasapta, Dave Mautaka, menyebut penghentian sementara dilakukan agar persoalan limbah cair dapat ditangani terlebih dahulu.
Langkah tersebut diambil demi menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan pelayanan makan bergizi berjalan sesuai standar sanitasi.
Baca Juga: Terkuak Dugaan Eksploitasi Anak di Hotel , Polisi Amankan Satu Pria dan Tiga Perempuan
“Langkah perbaikan perlu dilakukan agar pelayanan makan bergizi tetap memenuhi standar kebersihan dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar,” kata Dave saat dimintai keterangan, Senin (16/3/2026).
Menurut dia, limbah cair dari dapur tersebut sempat menggenangi area permukiman warga. Sisa makanan dilaporkan terbawa aliran limbah hingga ke pekarangan rumah dan menimbulkan bau tidak sedap.
Dave menyebut laporan warga terkait persoalan tersebut sudah diterima sebelumnya. Keluhan pertama langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama pengelola dapur MBG Ekasapta untuk mencari solusi terhadap sistem pembuangan limbah.
“Ini merupakan keluhan kedua dari warga. Setelah laporan pertama, pemerintah kelurahan sudah berkoordinasi dengan pengelola dapur untuk melakukan perbaikan pengelolaan limbah,” katanya.
Pemerintah kelurahan juga akan kembali bertemu dengan pengelola dapur MBG Ekasapta untuk memastikan pembangunan dan perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berjalan sesuai ketentuan.
Pengawasan terhadap proses tersebut akan dilakukan bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta ketua RT dan RW setempat melalui pendampingan langsung di lapangan.
Baca Juga: NTT dalam Bayang-bayang Perdagangan Orang, Aparat Akui Pengungkapan Jaringan Masih Jadi Tantangan
Selain itu, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan pengelola SPPG Ekasapta serta melaporkan kondisi tersebut kepada Kodim 1624 Flores Timur melalui Pasi Teritorial.
Dave berharap pengelola dapur segera menyiapkan fasilitas penampungan dan pengolahan limbah cair sesuai aturan sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ia juga berharap proses perbaikan IPAL dapat segera diselesaikan agar dapur SPPG Ekasapta kembali beroperasi sebelum masa libur Lebaran dan Paskah.
Baca Juga: Polres Belu Serius Tangani Kasus Kekerasan Seksual Anak, Tersangka PK Kembali Ditahan Usai Pulih
Dapur tersebut selama ini melayani program makan bergizi gratis bagi siswa dari dua sekolah dasar di Ekasapta serta menjadi tempat bekerja bagi sekitar 50 relawan.
Artikel Terkait
BAP Pengawas NTT Ungkap Dugaan Pelanggaran Upah dan Kontrak di RS Bukit Lewoleba
Sampan Terbalik Saat Memancing di Kawaliwu, Operasi SAR Ungkap Kronologi Tenggelamnya Nelayan
Di Balik Lolosnya Pria Asal Flotim Jadi Prajurit TNI, Kapendam IX/Udayana Ungkap Dugaan SKCK Tak Sesuai Fakta
Bantuan Sembako dari Bunda Julie Mengalir ke Pulau Solor, Warga Muslim Rasakan Kepedulian di Bulan Ramadhan
Terkuak Dugaan Eksploitasi Anak di Hotel , Polisi Amankan Satu Pria dan Tiga Perempuan