DWP DLH Flores Timur Gelar Aksi Bersih Lingkungan, Hidupkan Semangat Kartini 2026

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Minggu, 26 April 2026 | 08:01 WIB
Anggota DWP DLH Flores Timur memungut sampah sepanjang jalan menuju Pantai Susteran saat aksi bersih lingkungan, Sabtu pagi bersama. (Foto Tim)
Anggota DWP DLH Flores Timur memungut sampah sepanjang jalan menuju Pantai Susteran saat aksi bersih lingkungan, Sabtu pagi bersama. (Foto Tim)

 

 



REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana (UP) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur menggelar aksi bersih lingkungan di sepanjang ruas jalan Kelurahan Sarotari hingga kawasan Pantai Susteran, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini 2026 yang menitikberatkan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan.

Tampak, pengurus inti dan anggota turun langsung membawa perlengkapan kebersihan. Mereka menyisir sejumlah titik yang dipenuhi sampah plastik, dedaunan kering, serta limbah rumah tangga di sepanjang jalur menuju pantai.

 

Baca Juga: Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Pangkas Pakan Ternak, Warga Amarasi Tewas di Atas Pohon



Ketua DWP Unit Pelaksana DLH Flores Timur, Yuliana R. Demoor, mengatakan peringatan Hari Kartini perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bukan sekadar seremonial, tetapi memberi dampak langsung bagi warga dan lingkungan sekitar,” kata Yuliana saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurut dia, semangat Kartini relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan sederhana, termasuk menjaga kebersihan ruang publik dan kawasan pesisir.

 

Baca Juga: Niat Selamatkan Saudara, Pelajar 15 Tahun Tewas Terseret Arus di Bendungan Kali Manikin

Ia menilai keterlibatan perempuan dalam isu lingkungan memiliki arti penting karena perubahan dapat dimulai dari keluarga hingga komunitas yang lebih luas.

“Kegiatan ini menunjukkan perempuan memiliki peran besar dalam menjaga kebersihan serta keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Selain membersihkan kawasan jalan dan pesisir, peserta juga mengajak warga meningkatkan disiplin membuang sampah pada tempatnya.

 

Baca Juga: Kasus Kekerasan di Ile Boleng: Operator SD dan Saudaranya Diduga Aniaya Pensiunan Guru

Edukasi tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan wilayah perkotaan maupun kawasan wisata.

Pantai Susteran dipilih sebagai salah satu titik akhir kegiatan karena menjadi area yang cukup sering dikunjungi masyarakat.

Kebersihan lokasi itu dipandang perlu dijaga agar tetap nyaman, sehat, dan menarik bagi pengunjung.

 

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X