Sekda Manggarai Timur Tanggung Biaya Pendidikan Bocah Yatim Piatu Berprestasi dari Rumah Nyaris Roboh

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Marselina Lovelia Kurniati Rindu bersama neneknya, Katarina Labe, di depan rumah sederhana mereka di Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Manggarai Timur. (Foto/ ist)
Marselina Lovelia Kurniati Rindu bersama neneknya, Katarina Labe, di depan rumah sederhana mereka di Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Manggarai Timur. (Foto/ ist)

REPORTASENTT.COM, BORONG- Harapan baru menghampiri Marselina Lovelia Kurniati Rindu, siswi berusia 11 tahun asal Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, setelah kisah hidupnya menyentuh perhatian pemerintah daerah.

Bocah yatim piatu yang tinggal di rumah nyaris roboh itu kini mendapat jaminan biaya pendidikan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Winsensius Tala.

Cinta, sapaan akrab Marselina, dikenal sebagai siswa berprestasi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan harus berjalan kaki cukup jauh menuju sekolah, ia selalu meraih peringkat pertama di kelas dan kini melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Elar.

 

 

Baca Juga: Ditinggal Ayah, Kehilangan Ibu Sejak Bayi, Cinta Bertahan Bersama Nenek di Gubuk Bocor Manggarai Timur



Rumah yang ditempati Cinta bersama neneknya, Katarina Labe (75), berukuran sekitar 7 x 6 meter dengan lantai tanah, dinding bambu yang lapuk, serta atap seng berkarat yang bocor saat hujan.

Bangunan tersebut merupakan peninggalan mendiang kakeknya, Sebas Tonggo, yang meninggal dunia pada 2024.

Kehidupan Cinta berubah sejak usia sangat dini. Ibunya meninggal saat ia masih balita, sementara ayahnya pergi tanpa kabar.

 

Baca Juga: Residivis Jambret Kupang Diciduk di Kos- kosan, Polisi Ungkap Peran Pelaku Kedua

 

Sejak itu, ia dibesarkan oleh kakek dan neneknya hingga kini hanya tinggal bersama sang nenek yang mengandalkan pekerjaan serabutan di kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau hujan, air masuk ke dalam rumah. Kami sering kedinginan dan basah," kata Katarina.

Meski telah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP), kebutuhan pendidikan dan perbaikan rumah belum mampu terpenuhi sepenuhnya.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Winsensius Tala. (Foto/ ist)

Baca Juga: Aksi Jambret Terekam CCTV dan Viral, URC Jatanras Polresta Kupang Kota Ringkus Pelaku

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X