Kunjungi kantor Promedia Teknologi Indonesia, Pj Gubernur Sumsel Bahas Pentingnya Pembinaan Wartawan dan Perangi Media Abal-abal

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 22 Mei 2024 | 16:58 WIB
CEO Promedia, Agus Sulistriyono saat berdiskusi bersama dengan Pj Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Agus Fatoni di Kantor Pro Media. (Foto Tim Promedia)
CEO Promedia, Agus Sulistriyono saat berdiskusi bersama dengan Pj Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Agus Fatoni di Kantor Pro Media. (Foto Tim Promedia)

REPORTASENTT.COM, BANDUNG - Dalam kunjungannya ke kantor Promedia Teknologi Indonesia dan Ayo Media Group di Bandung, Selasa 21 Mei 2024 kemarin, Penjabat (PJ) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Agus Fatoni, menekankan pentingnya perusahaan pers membina para wartawannya agar menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
 
Kunjungannya ke redaksi Ayo Media Network dan Promedia dilakukan setelah meraih penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Fatoni menjelaskan bahwa melawan berita hoax tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri tapi harus berkolaborasi. Promedia yang memiliki lebih dari 1100 jaringan portal berita dimintanya untuk menjadi pionir melakukan hal tersebut.
 
Baca Juga: Sesudah Undur dari Tempat Pengungsian, Hometo Semakin Kondusid, Roda Ekonomi Mulai Berjalan

Fatoni mengungkapkan dampak dari pemberitaan hoax ini sangat serius, karena bisa menghancurkan karir seseorang, keluarga, hingga negara.

"Jangan sampai wartawan itu beritikad mengeksploitasi keburukan seseorang. Terlebih jika keburukan itu tidak terjadi, hanya menimbulkan fitnah. Ini bisa menghancurkan," katanya.

Meski media juga memiliki peran sebagai alat kontrol sosial atau menjadi pilar keempat dalam demokrasi, namun perannya itu harus dijalankan dengan seimbang.
 
Baca Juga: Cegah Paham Radikalisme, Div Humas Polri Silahturahmi Kamtibmas ke Pondok Pesantren

"Segala sesuatu itu pasti ada baik dan buruknya dan media jangan terus menerus mencari kesalahan," lanjut dia.

Sebaliknya dengan kekuatan yang dapat mempengaruhi persepsi publik, media juga harus memberikan solusi terhadap permasalahan yang diberitakan.

Dia berharap Ayo Media dan Promedia dapat membagikan pengalamannya dalam melakukan pembinaan terhadap wartawan, khususnya untuk media-media lokal.
 
Baca Juga: Ringkus 23 Pelaku Pengebom Ikan dan Amankan Ratusan Barang Bukti, Dit Polairud Polda NTB Kantongi Nama- nama Perakit Bom dan Detonator

"Saya sangat mendukung upaya apapun untuk melawan berita hoax dan adu domba," pungkasnya.

CEO Promedia, Agus Sulistriyono, sangat setuju dengan harapan PJ Gubernur Sumsel.
 
“Visi kami ke arah sana. Media harus mampu menjadi agen pencerah dan pemersatu anak bangsa,” ujarnya.
 
 
Turut hadir beberapa pejabat Sumsel lainnya, salah satunya Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin.

Misi Cetak Rekor MURI

Dalam kunjungannya itu, Fatoni juga membeberkan sejumlah program yang sedang dan akan dilakukan pemerintahannya.

Sumsel merupakan salah satu produsen kopi terbesar di Indonesia, menyumbang 26 persen dari total produksi nasional dengan luas lahan mencapai 270 ribu hektare.

Meski demikian, kopi Sumsel masih kurang dikenal luas. Untuk itu, Pemprov Sumsel meluncurkan program kopi Sumsel dengan harapan dapat menjadi tuan rumah di daerah sendiri sekaligus mendunia.
 
Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Kasus Penikaman di Kupang, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Salah satu langkah promosi adalah pameran kopi Sumsel di Korea Selatan. Sumsel memiliki berbagai jenis kopi unggulan, salah satunya adalah kopi dari Pagar Alam.

Selain itu, Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Kadin dan Bank Sumsel untuk mencetak rekor MURI dalam kategori minum kopi terbanyak di Indonesia.

Pemprov Sumsel juga berencana untuk mendokumentasikan sejarah Kerajaan Sriwijaya secara serius dan membangun Museum Kerajaan Sriwijaya. Museum ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan Sumsel, tetapi juga menjadi ikon sejarah dunia.
 
Baca Juga: Berhasil Tingkatkan Kepuasan Masyarakat saat Mudik Lebaran, Uskup Agung Jakarta Apresiasi Polri 

Pemprov Sumsel juga mengembangkan budaya lokal melalui produksi film dengan setting Kota Palembang, yang dibintangi oleh aktor terkenal seperti Roy Marten.

Beberapa film yang segera rilis berjudul "Wong Kito Galo" yang mengangkat semangat persaudaraan dan kesatuan masyarakat Palembang. Kemudian "Ado Gawe" yang menceritakan filosofi semangat masyarakat Sumsel.

Beberapa program pembangunan dilakukan secara serentak. Misalnya Gerakan Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 8.391 rumah, serta pembangunan sanitasi. Selain itu, ada program penanganan stunting dan pasar murah yang diadakan dari Senin hingga Kamis.
 
Baca Juga: Penyebar Hoax Beras Beracun Dibekuk Dit Reskrimsus Polda Kalimantan Selatan

Untuk mengoptimalkan lahan warga dan meningkatkan ketahanan pangan, Pemprov Sumsel meluncurkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.

Dengan berbagai program unggulan ini, Fatoni berharap dapat mengangkat potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Jaringan media kami, khususnya yang berkantor di Sumsel siap bekerjasama dan mensukseskan semua agenda,” sambut Roberto AM Purba, Chief of Networking dan Business Development PT Ayo Media Network sekaligus komisaris PT Promedia Teknologi Indonesia.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X