REPORTASENTT.COM- Kepolisian Sektor (Polsek) Sambelia, Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan tengah menyelidiki penyebab kebakaran puluhan hektar kawasan hutan produksi di wilayah Kecamatan Sambelia.
“Penyebab kebakaran masih sedang kami lidik, tapi sudah bisa dipadamkan,” kata Kapolsek Sambelia, Iptu Fathul Munir, di Mataram, Sabtu (10/08).
Puluhan hektar hutan produksi yang dikelola PT Sadhana Arifnusa di Desa Padak Goar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur terbakar, Jumat petang (9/8). Kebakaran terjadi di hutan RTK 1 Gunung Rinjani HPP33,34 dengan titik koordinat X : 467001-Y : 9070513 yang dikelola PT Sadhana Arifnusa.
“Penyebab kebakaran masih sedang kami lidik, tapi sudah bisa dipadamkan,” kata Kapolsek Sambelia, Iptu Fathul Munir, di Mataram, Sabtu (10/08).
Puluhan hektar hutan produksi yang dikelola PT Sadhana Arifnusa di Desa Padak Goar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur terbakar, Jumat petang (9/8). Kebakaran terjadi di hutan RTK 1 Gunung Rinjani HPP33,34 dengan titik koordinat X : 467001-Y : 9070513 yang dikelola PT Sadhana Arifnusa.
Baca Juga: Polisi Ambil Langkah Cepat Tangani Kericuhan Tambang Emas Sekotong Lombok Barat
Dalam kasus kebakaran itu, sambung dia, api bisa dipadamkan sekitar pukul 19.00 WITA, setelah petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi pemadaman dibantu polisi, TNI, personel RPH Sambelia.
“Selain kawasan hutan, lahan milik masyarakat mengalami kebakaran,” Ujar Kapolsek Sambelia.
Ia mengatakan, meski jarak lokasi kebakaran dengan pemukiman penduduk sangat dekat, kebakaran tidak meluas ke permukiman, karena api cepat dipadamkan.
Dalam kasus kebakaran itu, sambung dia, api bisa dipadamkan sekitar pukul 19.00 WITA, setelah petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi pemadaman dibantu polisi, TNI, personel RPH Sambelia.
“Selain kawasan hutan, lahan milik masyarakat mengalami kebakaran,” Ujar Kapolsek Sambelia.
Ia mengatakan, meski jarak lokasi kebakaran dengan pemukiman penduduk sangat dekat, kebakaran tidak meluas ke permukiman, karena api cepat dipadamkan.
Baca Juga: Citra Polisi di Medsos Kerap Dinilai Negatif, Pendiri Haidar Alwi Institute Bilang Begini!
Kasus kebakaran lahan produktif pertama kali diketahui oleh penjaga lahan milik PT Sadhana Arifnusa dan langsung melaporkan secara berjenjang.
Atas laporan itu petugas langsung turun ke TKP dan melakukan pemadaman dibantu petugas penjaga lahan, TNI, dan masyarakat.
Atas laporan itu petugas langsung turun ke TKP dan melakukan pemadaman dibantu petugas penjaga lahan, TNI, dan masyarakat.
Sebelum petugas Damkar datang, tim melakukan pemadaman dengan menggunakan alat seadanya, apalagi kondisi lahan dengan dipenuhi semak-semak. Api semakin besar dan meluas karena angin kencang.
Baca Juga: Telusuri Pengancaman Oleh Tersangka AP, Polisi Sita Ponsel AD
“Api berhasil dipadamkan setelah tiga unit pemadaman kebakaran milik pemerintah daerah diterjunkan. Alhamdulillah tidak ada korban dalam musibah ini,” tandas dia.
“Api berhasil dipadamkan setelah tiga unit pemadaman kebakaran milik pemerintah daerah diterjunkan. Alhamdulillah tidak ada korban dalam musibah ini,” tandas dia.
Artikel Terkait
Eks Pegawai BPOM Ditetapkan Tersangka, Pemerasan Uang Miliaran Rupiah Diungkapkan Bareskrim Polri
Telusuri Pengancaman Oleh Tersangka AP, Polisi Sita Ponsel AD
Rumah Sakit di Flotim tidak Memenuhi Kriteria untuk Pemeriksaan Kesehatan Paslon Bupati dan Wakil Bupati
Citra Polisi di Medsos Kerap Dinilai Negatif, Pendiri Haidar Alwi Institute Bilang Begini!
Polisi Ambil Langkah Cepat Tangani Kericuhan Tambang Emas Sekotong Lombok Barat