REPORTASENTT.COM, PAPUA- Tiga orang pendulang asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan ibu dan anak serta, seorang pemuda telah dievakuasi ke Timika sekitar pukul 15.30 WIT, dari mile 37 untuk di semayamkan di rumah duka, di jalan poros Sp 2-sp 5, tepatnya dibelakang kantor Damkar BPBD Kabupaten Mimika, Minggu (25/8/2024).
Hal ini diungkapkan Kasat Binmas Polres Mimika AKP Dorty Jemalut yang mengatakan, pihaknya sekitar pukul 15.30 WIT, melakukan evakuasi jenazah dan sekitar pukul 17.20 WIT, pihaknya sudah sampai dirumah duka.
Hal ini diungkapkan Kasat Binmas Polres Mimika AKP Dorty Jemalut yang mengatakan, pihaknya sekitar pukul 15.30 WIT, melakukan evakuasi jenazah dan sekitar pukul 17.20 WIT, pihaknya sudah sampai dirumah duka.
“Tadi sekitar setengah empat kami jalan dan tiba di mile 37, langsung kami evakuasi 3 jenazah menggunakan satu unit mobil ambulance dan kami tiba di sekitar setengah lima lewat tadi,” jelasnya.
Menurutnya, para korban akan dimakamkan di TPU sp 1 namun saat ini masih menunggu koordinasi dengan pihak keluarga karena ada beberapa adat yang akan dilakukan.
“Para korban rencana akan dimakamkan disini, namun untuk prosesnya memang menunggu koordinasi dengan pihak keluarga di kampung karena ada beberapa adat yang digunakan (adat Manggarai),” ucapnya.
Dirinya juga sempat menjelaskan para korban ini dievakuasi oleh warga sekitar satu kilo meter dari tempat penyeberangan.
Baca Juga: Berkas Dugaan Suap PPPK Eks Bupati Batu Bara Dikirim ke Kejati Sumut
“Memang sempat dilarang juga pihak keluarga yang ada karena melihat debit air yang cukup tinggi, tetapi para korban tetap nekat menyeberang karena arus yang kuat dan panik akhirnya para korban terbalik bersama beneng yang dipakai, sehingga ketiga korban hanyut terbawa arus dan ditemukan meninggal dunia,” ujarnya
“Memang sempat dilarang juga pihak keluarga yang ada karena melihat debit air yang cukup tinggi, tetapi para korban tetap nekat menyeberang karena arus yang kuat dan panik akhirnya para korban terbalik bersama beneng yang dipakai, sehingga ketiga korban hanyut terbawa arus dan ditemukan meninggal dunia,” ujarnya
Dirinya selaku penasehat Kerukunan Keluarga Besar Manggarai (KKBM), juga kerap memberikan himbauan kepada masyarakatnya.
Namun kata dia, kembali lagi berbicara soal perut dan piring makan, sehingga dirinya hanya bisa memberikan himbauan.
Baca Juga: Peredaran 30 Ribu Ekstasi dan 10 KG Sabu Diungkap Polres Tebing Tinggi
“Saya kerap memberikan himbau, dan secara terus menerus dan berharap masyarakat bisa mencari pekerjaan lain karena ini bukan sekali tetapi sudah sering, namun bagaimana pun kita berbicara soal piring makan, dan perut sehingga kami hanya bisa memberikan hinbauan yang baik untuk para keluarga kami yang masih bekerja sebagai pendulang, untuk lebih hati-hati dalam melakukan aktivitas dulangnya,”ungkapnya
“Saya kerap memberikan himbau, dan secara terus menerus dan berharap masyarakat bisa mencari pekerjaan lain karena ini bukan sekali tetapi sudah sering, namun bagaimana pun kita berbicara soal piring makan, dan perut sehingga kami hanya bisa memberikan hinbauan yang baik untuk para keluarga kami yang masih bekerja sebagai pendulang, untuk lebih hati-hati dalam melakukan aktivitas dulangnya,”ungkapnya
Artikel Terkait
Seorang ASN Ditangkap Polisi, Digrebek Saat Sedang Melakukan Hal Ini!
Hendak Berburu Burung, Tas Pink Jadi Petunjuk Samadi Menemukan Tetangga Dusunnya
Peredaran 30 Ribu Ekstasi dan 10 KG Sabu Diungkap Polres Tebing Tinggi
Berkas Dugaan Suap PPPK Eks Bupati Batu Bara Dikirim ke Kejati Sumut
Arne Slot Abaikan Kekecewaan Trent Alexander-Arnold Setelah Digantikan, Liverpool Menang 2-0 Melawan Brentford