Tim SAR Gabungan Terjebak 2 Jam dalam Debu dan Hujan Pasir, Berjuang Selamatkan Seorang Nenek di Nawakote saat Erupsi Lewotobi

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Jumat, 8 November 2024 | 06:42 WIB
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi warga desa Nawakote ke camp Pengungsian.  (Foto/ SAR)
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi warga desa Nawakote ke camp Pengungsian. (Foto/ SAR)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Langit cerah tiba- tiba diselimuti kabut gelap dan debu yang terangkat liar oleh erupsi besar Gunung Lewotobi laki- laki disertai gemuruh yang mengeluarkan awan panas serta hujan pasir setinggi 5000 meter, siang itu, Kamis (7/11/2024), pukul 11.15 Wita.

Di tengah hiruk- pikuk kepanikan, tim SAR Gabungan bersama dengan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka, bergegas menuju desa Nawakote, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, menyelamatkan Agnes Aron Tobi, seorang nenek yang mengalami sakit stroke dan terjebak dalam kegelapan debu dan hujan pasir di rumahnya akibat erupsi gunung Lewotobi.

Tim SAR memasuki kabut debu yang pekat disertai hujan pasir, nyaris tanpa pandangan. Kaki- kaki mereka menyusuri jalanan licin, bergerak perlahan demi mencapai Agnes yang dikepung bahaya.

 Baca Juga: Tim SAR Gabungan Terjebak 2 Jam dalam Debu dan Hujan Pasir, Berjuang Selamatkan Seorang Nenek di Nawakote saat Erupsi Lewotobi


Dua jam penuh terjebak dalam debu tebal dan bising pasir yang menghujani atap rumah, tim penyelamat mencoba bertahan dan berupaya keras menenangkan Agnes.

Kegelapan siang itu seolah menelan waktu, membuat setiap menit terasa mencekam. Angin mengamuk di luar, menderu, seolah menguji batas ketabahan mereka.

Namun, dalam diam mereka bersikeras, saling berbisik untuk tetap kuat, sampai akhirnya kilauan pertama cahaya matahari menerobos debu, memberikan harapan.

 Baca Juga: Inilah Daftar Gunung Api di NTT yang Masuk dalam Lingkaran Cincin Api Pasifik


Tanpa menunggu lebih lama, mereka mengangkat Agnes dan bergegas menuju posko desa Konga, langkah mereka berat oleh debu yang masih menempel dan jiwa yang penuh ketegangan.

"Pada waktu yang sama, Tim SAR Gabungan juga langsung melakukan penyisiran terhadap masyarakat yang terdampak erupsi, tepatnya di desa Lewotobi, Kecamatan Ile Bura," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Supriyanto Ridwan.

Ridwan menambahkan, Tim SAR Gabungan juga melakukan evakuasi warga menuju titik pengungsian desa Lewolaga, Kecamatan Titihena, serta warga desa Leraboleng, Kecamatan Titehena, dievakuais ke titik pengungsian di desa Konga Kecamatan Titehena.

 Baca Juga: Gunung Iya di Ende Naik ke Level III,  PVMBG Merekam Riwayat Kegempaan, Masyarakat Diminta Waspada dan tidak Terpancing Isu Erupsi


Jumlah Pengungsi pasca erupsi dari hasil koordinasi dengan BPBD Flores Timur hari ini diantaranya:

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X