REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Gemuruh mendadak pecah di malam yang tenang, mengguncang hampir seluruh desa di dua Kecamatan yang berada di kaki Gunung Lewotobi laki- laki.
Anak- anak asrama SMA Seminari St. Dominikus (Sandominggo) di Hokeng, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, sekitar 23.56 WITA, tanggal 04 November 2024 lalu, terjaga dan berhamburan keluar, meninggalkan tempat tidur yang masih hangat, sementara langit dipenuhi material panas yang melontar jauh dari puncak gunung.
Gedung sekolah dan bangunan lainnya yang menjadi rumah bagi para calon Imam Katolik, yang dulunya tenang, berubah menjadi pemandangan yang porak-poranda.
Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Masih Terjadi, Badan Geologi Pertimbangkan Perluasan Radius Zona Aman
Batu- batu panas menghantam atap seng, menghancurkan seluruh kompleks Seminari, termasuk asrama tempat anak-anak berlindung.
Teriakan meminta pertolongan mengisi udara, jejak kaki mereka tergores di tanah dalam pelarian.
Di tengah kehancuran itu, berdiri sebuah patung St. Dominikus, yang kokoh dan tenang, seperti memberi harapan.
Santo Dominikus dikenal sebagai simbol doa, kebijaksanaan, dan perlindungan, terutama bagi mereka yang mencari kebenaran di alam semesta.
Santo Dominikus juga sebagai Santo pendiri Ordo Saudara Pengkhotbah (Dominikan), tampak seolah berdoa agar amarah gunung Lewotobi segera mereda.
Orang-orang tua wali murid yang berada jauh dari desa hanya bisa berharap dalam hening, berdoa agar anak-anak mereka, para calon imam Katolik yang terjebak dalam situasi ini tetap selamat.
Baca Juga: PVMBG Rekomendasikan Zona Aman Gunung Lewotobi Laki- laki di Flores Timur
Artikel Terkait
Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan: Menko Polhukam Serukan Kepala Daerah untuk Dukung Program Prioritas Presiden dan Wakil Presiden
BNPB Pastikan Kenyamanan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi, Lukmansyah: Belajar dari Kasus Semeru
Kemenhub Perintahkan Pemantauan Bandara di Sekitar Gunung Lewotobi Pasca- Erupsi
Di Tengah Hujan Pasir dan Kerikil, Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki- laki Lakukan Evakuasi Mandiri untuk Selamatkan Diri
Erupsi Gunung Lewotobi Masih Terjadi, Badan Geologi Pertimbangkan Perluasan Radius Zona Aman