Posko Ile Gerong tak Didatangi Pengungsi, Kades: Nasi yang Kami Masak Dibagikan ke Pengungsi Mandiri

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 10 November 2024 | 21:35 WIB
Nasi yang disiapkan untuk para pengungsi dari Desa Hikong,  akan dibagi-bagikan kepada masyarakat pengungsi Mlmandiri yang ada di desa Ile Gerong.
Nasi yang disiapkan untuk para pengungsi dari Desa Hikong, akan dibagi-bagikan kepada masyarakat pengungsi Mlmandiri yang ada di desa Ile Gerong.

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Desa Ile Gerong, di Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, ditunjuk sebagai salah satu desa yang akan menampung para pengungsi asal Kabupaten Flores Timur, yang saat erupsi terjadi, mereka mengungsi di Desa Hikong, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).


Kepala desa Ile Gerong, Wilhelmus Kelore, kepada Reportasentt.com, Minggu (10/11/2024), menjelaskan, ditetapkannya Ile Gerong sebagai salah satu desa persiapan Pokso bagi para korban erupsi Gunung Lewotobi laki-laki, atas koordinasi yang dibangun oleh BPBD Kabupaten Flores Timur dan pemerintah Kabupaten Sikka.


"Informasi kami terima sejak tiga hari lalu. Sehingga saya melakukan koordinasi kepada staf desa dan masyarakat hingga calling melalui corong Desa, agar seluruh masyarakat desa Ile Gerong melakukan bhakti untuk mempersiapkan posko pengungsian bagi para korban erupsi gunung Lewotobi asal Flotim yang ada di Desa Hikong," kata Wilhelmus.

Baca Juga: Inilah Alasan Grace Siahaan Launching Buku Pahlawan Herman Fernandez di Istana Raja Larantuka

 

Ia menambahkan, setelah dilakukan survei oleh dinas teknis terkait lokasi pengungsian, dirinya membangun koordinasi dengan dinas PKO Kabupaten Flores Timur dan kepala sekolah SDI Waidang, menyiapkan enam ruangan kelas untuk menampung 200 pengungsi yang datang dari desa Hikong.

"Sehingga dua hari lalu saya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan bakti di sekitaran lokasi yang menjadi pusat posko untuk para pengungsi. Informasi yang kami peroleh bahwa para pengungsi sebenarnya masuk kemarin, tetapi hingga pada hari ini para pengungsi belum juga menempati posko yang telah kami bangun ini," ungkapnya.

Tadi pagi, dikatakan Kades Wilhelmus, ia melakukan pengumuman kepada seluruh warga masyarakat desa Ile Gerong, untuk hadir dan melakukan penjemputan dan mempersiapkan segala sesuatu untuk kebutuhan para pengungsi.

 Baca Juga: Aktivitas Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki Meningkat: PVMBG Keluarkan Perubahan Zona Rekomendasi jadi 9 KM

"Sebagai pemimpin yang ada di desa, dan juga masyarakat, merasa kecewa karena mereka sudah mempersiapkan tiga hari yang lalu untuk membangun posko, namun para pengungsi belum juga datang," kata dia.

"Ibu- ibu yang ada di Desa Ile Gerong sudah memasak nasi. Setelah ditetapkan desa Ile Gerong sebagai posko pengungsi, bantuan- bantuan juga dropping ke desa kami berupa 1 ton beras dan juga bantuan sembako lainnya untuk para pengungsi," tambah dia.

Selain bantuan sembako, juga kata Wilhelmus, ada bantuan alat tidur berupa tikar dan juga dua tenda dari BNPB juga sudah terpasang di lokasi.

 Baca Juga: Gunung Api Iya Naik Status ke Siaga, BNPB Imbau Pemkab Ende Belajar dari Erupsi Lewotobi Laki- laki

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X