REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Gunung Lewotobi laki- laki, di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memperlihatkan kekuatan dahsyatnya malam ini, Selasa (12/11/2024).
Gemuruh letusan terdengar hingga ke Kabupaten Sikka, menciptakan suasana mencekam di tengah kampung-kampung kosong yang ditinggalkan.
Lolongan anjing-anjing yang tersisa menambah kesan mistis, seolah merasakan bahaya yang makin dekat.
Baca Juga: Para pengungsi Lewotobi di Desa Watotika Ile Butuh Air Bersih
Dari kejauhan, pijar lava mengalir perlahan di sepanjang lereng, seperti lidah api raksasa yang siap melahap apa saja.
Derasnya semburan material vulkanik membuat langit malam berpendar jingga, memperlihatkan sinar samar- samar yang menakutkan, sedikit lagi akan sampai ke rumah- rumah yang kini telah ditinggalkan.
Di sekitar kawasan rawan, tim SAR Gabungan tampak berjaga, siaga di malam yang sepi namun penuh bahaya.
Baca Juga: Peduli Korban Pengungsian Lewotobi, PKN Flotim Salurkan Bantuan di Desa Watotika Ile
Tak sedikit warga di lokasi pengungsian yang terpaksa berkomunikasi dari jauh, mengabadikan pemandangan mengerikan ini untuk kabar bagi keluarga mereka.
Greg Chrowe, seorang warga yang menyaksikan erupsi dari kejauhan, mengunggah di media sosial facebook.
"Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi laki- laki meningkat signifikan malam ini… semoga saudara-saudara di tempat pengungsian bisa melewati malam dengan cukup tenang. Erupsi malam ini," tulisnya sembari menampilkan cuplikan video erupsi Lewotobi laki-laki yang berdurasi 0: 59 detik itu.
Sementara itu, akun facebook Edurdus Pope menyampaikan perasaannya.
Artikel Terkait
Polres Metro Jakarta Barat Grebek Markas Judol di Rumah Mewah Cengkareng, Amankan 8 Orang Tersangka
Paus Fransiskus Berdoa untuk Para Korban Erupsi di Flotim: Ungkapan Kedekatannya dengan Masyarakat Flores
Wakil Presiden RI Diagendakan Kunjungi Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki
Peduli Korban Pengungsian Lewotobi, PKN Flotim Salurkan Bantuan di Desa Watotika Ile
Para pengungsi Lewotobi di Desa Watotika Ile Butuh Air Bersih