Akun Influencer dan 5 Juta Konten Judol Diblokir Kemenkomdigi,  Patroli Siber Gencar Dilakukan

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Senin, 18 November 2024 | 07:55 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PAI Kemenkomdigi, Syofian Kurniawan. (Foto/ Info Publik)
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PAI Kemenkomdigi, Syofian Kurniawan. (Foto/ Info Publik)
 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTA-Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), melalui Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika (PAI), terus gencar melakukan pemblokiran konten perjudian online (Judol).
 
Sejak 2017 hingga 14 November 2024, Kemenkomdigi telah menangani 5.169.537 konten terkait perjudian, termasuk pemblokiran terbaru terhadap dua akun media sosial influencer yang memiliki puluhan ribu pengikut.

Akun @katakstvns70 dengan 20,2 ribu pengikut dan @polamisteri dengan 17,6 ribu pengikut diblokir karena mempromosikan judi online.
 
 
 “Sejak 2017 hingga 14 November 2024, kami telah menangani 5.169.537 konten perjudian, dengan 4.451.041 di antaranya berupa situs dan IP,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PAI Kemenkomdigi, Syofian Kurniawan, Kamis (14/11/2024) di Jakarta.

Dari Rabu (13/11/2024) hingga Kamis (14/11/2024) saja, Direktorat PAI berhasil memblokir atau menurunkan 6.939 konten judi online berkat patroli siber dan laporan masyarakat.
 
Secara akumulatif, sejak 20 Oktober hingga 14 November 2024, total 290.169 konten judi online telah ditakedown. Rinciannya adalah 268.261 pada website dan IP, 12.054 di platform Meta, 6.095 di file sharing, 2.412 di Google/YouTube, 1.214 di platform X, 74 di Telegram, dan 38 di TikTok.
 
Baca Juga: Wakil Presiden Minta Pelayanan Birokrasi Terhadap Korban Erupsi Gunung Lewotobi Jangan Dipersulit

Syofian juga mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya paparan judi online di kalangan anak-anak.
 
“Lebih dari 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun terpapar konten judi melalui berbagai permainan di aplikasi ponsel.
 
Ini sangat mengkhawatirkan karena mereka belum memahami sepenuhnya bahaya yang dapat ditimbulkan,” ujarnya.
 
Baca Juga: Pj. Bupati Flotim dan Kadis Disemprot, Maruarar Sirait: Saya Mentri dan Jenderal Bintang 3 Saja Turun Tangan Langsung

Permainan yang terlihat tidak berbahaya sering kali menyusupkan elemen judi yang dapat berdampak negatif pada perkembangan mental dan emosional anak-anak. Syofian menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak.
 
"Orang tua harus aktif memeriksa gim yang dimainkan anak dan memastikan konten yang diakses sesuai dengan usia mereka," tambahnya.

Syofian menekankan bahwa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk melindungi anak-anak dari bahaya perjudian online.
 
 
“Mari jadikan pengawasan digital sebagai prioritas, sehingga anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman,” katanya.

Untuk memudahkan pelaporan konten negatif, Kemenkomdigi menyediakan berbagai kanal, seperti Aduankonten.id, layanan WhatsApp di 0811-9224-545, dan WA chatbot Stop Judi Online di 0811-1001-5080.
 
Portal Aduannomor.id juga tersedia untuk melaporkan penyalahgunaan nomor seluler, sementara Cekrekening.id dapat digunakan untuk melaporkan rekening bank atau e-wallet yang dicurigai terlibat tindak kejahatan.
 
Baca Juga: Polda NTB Ungkap 11 Kasus Obat-obatan Terlarang, 12 Orang Ditetapkan Tersangka

“Judol adalah penipuan. Judol bikin bobol!” pungkas Syofian, mengingatkan masyarakat akan bahaya judi online.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X