Tiba di Adonara, Mentri PMK Serahkan Santunan Kemensos untuk Ahli Waris Korban Konflik Sosial di Bugalima

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 25 November 2024 | 18:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, saat meninjau kondisi rumah para korban konflik sosial di desa Bugalima.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, saat meninjau kondisi rumah para korban konflik sosial di desa Bugalima.

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan keseriusannya dalam menangani konflik sosial yang terjadi di Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Pratikno menegaskan bahwa pemerintah ingin hadir menjadi solusi bagi masyarakat yang terdampak.

“Kami sangat ingin hadir menjadi solusi bagi masyarakat. Konflik serupa tidak boleh terulang lagi,” ujar Pratikno usai meninjau lokasi konflik dan bertemu dengan sejumlah tokoh dari dua belah pihak di Adonara Barat, pada Senin (25/11/2024).

 Baca Juga: Mentri PMK Tinjau Gudang Bantuan di Pengungsian, Ada Apa dengan Stok Logistik bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi?

Konflik sosial yang mengakibatkan kerusakan sebanyak 52 rumah, 2 orang meninggal dunia dan 4 orang luka-luka itu, telah disikapi serius oleh pemerintah melalui Rapat Tingkat Menteri pada 20 November 2024 lalu.

Dalam rapat tersebut, konflik ini ditetapkan sebagai “Kondisi Keadaan Tertentu,” yang memungkinkan penanganannya dapat dibiayai oleh BNPB.

Sebagai tindak lanjut, hasil pertemuan juga telah disampaikan kepada Presiden melalui surat resmi untuk memperoleh Persetujuan/Keputusan Presiden.

 Baca Juga: Kembali Kunjungi Korban Erupsi Gunung Lewotobi, Kepala BNPB Janjikan Solusi untuk Warga Enggan Tinggal di Hunian Sementara

Terkait tindak lanjut penyelesaian konflik, Pratikno menekankan pentingnya ketegasan dalam penetapan batas wilayah, batas desa, dan kepastian status lahan untuk mencegah konflik serupa di masa mendatang.

“Soal batas wilayah, batas desa, dan kepastian status lahan akan segera kami bahas bersama Pemerintah Provinsi NTT dalam rapat siang ini,” ujarnya.

Di sisi lain, logistik bagi masyarakat terdampak di Adonara Barat akan dipastikan tersedia.

 Baca Juga: Wisuda 84 Mahasiswa IKTL, Rektor Imelda Tekankan Pentingnya Strategi Peningkatan Kompetensi Lulusan

Penyalurannya akan dilakukan bersamaan dengan distribusi logistik bagi korban bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

“Untuk sementara, saudara-saudara kita yang mengungsi telah dibantu kebutuhan hidupnya oleh BNPB dan Kementerian Sosial. Pemerintah juga berusaha keras membantu pemulihan, baik itu pemukiman maupun kebutuhan lainnya,” lanjut Pratikno.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X