Sebagian besar mengkritik tindakan pemborosan tersebut, sementara yang lain menganggapnya sebagai strategi kreatif untuk menarik perhatian.
Komentar netizen pun membanjiri unggahan tersebut.
Seperti akun @Awal Ail yang menulis, “Terlalu takabur, sehingga ditumpah-tumpah. Memang yang kadang buat bingung adalah emak-emak yang kena sindrom sosmed, yang tadinya tidak pede joget, sudah bisa joget demi kejar FYP.”
Baca Juga: Polisi vs Mobil Mogok: Aksi Dorong di Tengah Malam Bikin Jalanan Kembangan Jadi Saksi
Akun @Roni Harianto juga mengomentari, “Kelebihan makanan mungkin ya? Coba dibagikan ke orang-orang yang kurang mampu.”
Sementara itu, akun @Marliani Lempang menyayangkan fenomena ini dengan menulis, “Buang-buang duit untuk mendapatkan duit… miris, ibu-ibu konten kreator pada hilang akal, putus urat malu.”
Selain FB Pro, platform lain seperti TipTip juga mulai menarik perhatian emak-emak sebagai sarana monetisasi melalui fitur live streaming.
Baca Juga: Sopir Travel Dipalak Rp 500 Ribu, Spion Dirusak, Pelaku Malah Pakai Uangnya untuk Hal Ini!
CEO TipTip, Albert Lucius, menyebut bahwa tren live streaming di kalangan emak-emak tengah meningkat pesat.
Namun, tantangan utama bagi mereka adalah kurangnya komunitas atau jangkauan audiens yang cukup luas.
Dengan fitur live streaming di TipTip, kreator dapat lebih mudah berinteraksi dengan komunitas mereka dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Polisi Bongkar Empat Kasus Sajam, Waspada Potensi Tawuran!
Rata-rata, kreator di TipTip melaporkan pendapatan bulanan sebesar Rp 9,3 juta, jumlah yang cukup signifikan dibandingkan dengan upah minimum di beberapa daerah di Indonesia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa platform media sosial seperti Facebook dan TipTip dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi emak-emak di era digital.