Para calon Lakademu diam-diam mendaftarkan diri setahun sebelumnya, mengikat komitmen tanpa publisitas, lalu mempersiapkan diri dengan puasa, doa, dan latihan ketahanan fisik dalam sunyi.
Bagi Lakademu, tiap langkah menjadi ujian iman dan keteguhan jiwa.
"Mereka itu siapa? Kok gak keliatan mukanya ya?," tanya salah seorang peziarah di tengah- tengah kerumunan.
Baca Juga: Polresta Kupang Kota Limpahkan Tersangka Penipuan Tiket Kapal ke Kejaksaan
Saat prosesi berlangsung, mereka memanggul peti kayu Tuan Ana melewati delapan armida, titik perhentian yang mengisyaratkan jalan salib Kristus.