Lalu, bagaimana mereka bisa begitu yakin tidak ada pengaturan?
Integritas Juri vs Kekuasaan Industri
Judika, jebolan Indonesian Idol 2005 yang kini juga menjadi juri, mengaku bahwa ia tak pernah melihat adanya proses pengaturan pemenang.
“Selama yang aku tahu dan bisa dipertanggungjawabkan, dari audisi sampai final, kita nggak pernah tahu ada setting-setting-an,” tegasnya.
Baca Juga: Menang 3-0, Pulang Malah Dihajar! Bus Persik Diserang di Depan Kanjuruhan
Namun pernyataan Maia yang sempat mengatakan, “Jujur, kita pengin setting, cuma nggak bisa, nggak boleh,” menyiratkan nuansa ambigu, seakan ada keinginan untuk mengarahkan hasil, tapi terbentur aturan.
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan lebih dalam: siapa yang benar-benar memegang kendali atas acara ini?
Juri, atau produser? Dan siapa yang menetapkan “policy” yang disebut-sebut Maia dan Anang?
Baca Juga: Nyaris Adu Jotos, Dua Warga di Sikka Mendadak Berdamai Usai Polisi Datang
Pengumuman Pemenang Tanpa Akuntabilitas
Grand Final Indonesian Idol musim ke-13 telah digelar pada Senin, 12 Mei 2025, menampilkan dua finalis: Fajar Noor dan Shabrina Leanor.
Namun publik harus menunggu hingga Result & Reunion Show pada 19 Mei untuk mengetahui pemenangnya, tanpa tahu bagaimana mereka memperoleh suara, dan seberapa besar selisihnya.
Dalam era digital dengan teknologi real-time, absennya transparansi ini tampak janggal.
Baca Juga: Ledakan Maut di Garut: Prosedur Rutin TNI Berakhir dengan 13 Nyawa Melayang
Tak seperti kompetisi lain yang mulai membuka data voting secara live atau pasca acara, Indonesian Idol tetap tertutup.
Sejauh ini, tak ada bukti langsung soal manipulasi hasil.
Tapi juga tak ada transparansi yang cukup untuk menyangkalnya secara tuntas.
Baca Juga: Ramai Kasus Mahasiswi di Medsos X, Polisi Ambil Langkah Mengejutkan