Nyaris Adu Jotos, Dua Warga di Sikka Mendadak Berdamai Usai Polisi Datang

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 13 Mei 2025 | 06:55 WIB
Polisi fasilitasi damai dua warga di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, nyaris berseteru. (Foto TBN Polres Sikka)
Polisi fasilitasi damai dua warga di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, nyaris berseteru. (Foto TBN Polres Sikka)

 

REPORTASENTT.COM, SIKKA- Dua warga di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, nyaris berseteru akibat insiden dugaan perbuatan tidak menyenangkan.

Beruntung, persoalan tersebut berhasil diselesaikan secara damai lewat jalur mediasi yang difasilitasi aparat kepolisian.

Peristiwa bermula pada Sabtu (10/5), saat warga berinisial N diduga mengancam serta mendorong kepala seorang warga lainnya, H, dalam sebuah cekcok yang belum diketahui pasti pemicunya.

Baca Juga: FIFA Jatuhi Sanksi ke Indonesia Usai Suporter Lakukan Hal Ini Saat Lawan Bahrain

Merasa terancam dan tak ingin masalah melebar, H segera melapor ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Baru, Aipda M.N. Merdja.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Aipda Merdja menggelar mediasi pada Senin (12/5) malam, pukul 18.30 WITA, bertempat di rumah Ketua RT 06, Jefri Berek.

TBN Polres Sikka melaporkan, mediasi berlangsung cukup kondusif dan dihadiri kedua belah pihak serta beberapa tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Menang 3-0, Pulang Malah Dihajar! Bus Persik Diserang di Depan Kanjuruhan

"Langkah mediasi ini penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan semua pihak. Kami dorong penyelesaian masalah secara kekeluargaan," ujar Aipda Merdja usai pertemuan.

Dalam forum tersebut, N mengakui tindakannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada H.

Sementara H juga menyatakan kesediaannya untuk berdamai dan tidak memperpanjang urusan ke jalur hukum.

Baca Juga: Tiga Titik Nongkrong Favorit di Kupang Dibubarkan Polisi, Ada Apa?

Keduanya sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan dan berjanji menjaga hubungan baik ke depan.

Selain memediasi, Aipda Merdja juga mengingatkan warga untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kami butuh kerja sama masyarakat. Laporkan jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan atau premanisme. Mari menjadi pelopor lingkungan yang aman, damai, dan bebas kekerasan,” tegasnya.

Baca Juga: Proyek Sumur Bor Solor Tuai Sorotan, Kadis Pertanian Flotim Klarifikasi Isu Intervensi

Upaya mediasi ini mendapat apresiasi dari warga setempat.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X