Disparbud Flores Timur Komitmen Bangkitkan Wisata Air Panas Mokantarak yang Terbengkalai

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 14 Mei 2025 | 07:47 WIB
Inilah salah satu jembatan menuju ke air panas, Mokantarak.  (Foto/ Reportase NTT)
Inilah salah satu jembatan menuju ke air panas, Mokantarak. (Foto/ Reportase NTT)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) memastikan komitmennya untuk membenahi kawasan wisata Air Panas Mokantarak di Desa Mokantarak, Kecamatan Larantuka, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami keterbengkelan.

Kepala Disparbud Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, menyampaikan pihaknya telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan tahun ini dan akan memulai tahap perbaikan.

“Kami sadar penuh akan pentingnya destinasi ini, baik untuk masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Oleh karena itu, kami tidak tinggal diam. Tahun ini, anggaran pemeliharaan sudah tersedia dan kami siap menata kembali kawasan ini agar kembali menjadi kebanggaan Flores Timur,” ujar Silvester saat dikonfirmasi, Rabu (14/5/2025).

Baca Juga: AS- China Sepakat Pangkas Tarif Impor, Perang Dagang Mereda Sementara

Kerusakan Diakui, Solusi Ditegaskan

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah fasilitas, seperti jembatan kayu (boardwalk) di kawasan hutan bakau dan gazebo pesisir, mengalami kerusakan cukup parah akibat abrasi dan cuaca ekstrim.

Beberapa bagian jembatan bahkan telah hilang, menyisakan drum semen yang terendam.

Menurut Silvester, kerusakan tersebut terjadi akibat kombinasi dari faktor alam dan keterbatasan anggaran pemeliharaan sejak proyek awal dibangun pada 2018–2019 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Tiga Titik Nongkrong Favorit di Kupang Dibubarkan Polisi, Ada Apa?

“Bagian bawah jembatan memang menggunakan kayu kelas satu, namun atasnya pakai kelas dua karena menyesuaikan anggaran saat itu," jelasnya.

Perbaikan Dimulai, Investasi Didorong

Selain perbaikan fisik, Disparbud juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan destinasi secara profesional.

“Kita butuh mitra yang bisa mengelola dengan baik. Pengalaman sebelumnya dikelola oleh kelompok masyarakat, namun masih banyak keterbatasan dari sisi manajemen,” kata Silvester.

Ia juga menegaskan bahwa selama ini seluruh pendapatan dari sektor pariwisata disetor ke Bapenda sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan tidak dikelola langsung oleh Dinas teknis.

Baca Juga: Ramai Kasus Mahasiswi di Medsos X, Polisi Ambil Langkah Mengejutkan

"Ke depan, sistem pengelolaan akan dibuat lebih transparan dan akuntabel," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X