“Iya benar. Setelah pendalaman dan pemeriksaan saksi maupun korban, terungkap bahwa laporan begal pada 26 Mei itu hanya rekayasa korban saja. Tadi pagi saya hubungi Kapolsek Solor Timur dan beliau pastikan, begal itu tidak pernah terjadi,” jelasnya saat dihubungi Reportase NTT.
Sanusi menambahkan, EDB tertipu bisnis online, dan karena malu serta takut suaminya marah, ia nekat mengarang skenario palsu.