“Iya benar. Setelah pendalaman dan pemeriksaan saksi maupun korban, terungkap bahwa laporan begal pada 26 Mei itu hanya rekayasa korban saja. Tadi pagi saya hubungi Kapolsek Solor Timur dan beliau pastikan, begal itu tidak pernah terjadi,” jelasnya saat dihubungi Reportase NTT.
Sanusi menambahkan, EDB tertipu bisnis online, dan karena malu serta takut suaminya marah, ia nekat mengarang skenario palsu.
Artikel Terkait
"Tolong, Saya Masih Hidup!", Detik- detik Mencekam Korban Longsor Tambang Gunung Kuda Tertimbun 30 Menit
Bisnis Gelap Jual Beli Bayi di Ngawi: Modus Adopsi, Untung Rp4 Juta Per Anak
Didatangi Suporter, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Diminta Jadi Investor Persikas: 'Tidak Mau Saya!
Tengah Malam di Kupang, Polisi Tiba- tiba Hentikan Kegiatan Sekelompok Pemuda, Ini yang Terjadi!
Kredit Usaha Mikro dan Kecil Anjlok! DPR RI Sebut Ekonomi NTT Terancam Stagnan, Ini Seruan Mendesaknya!