“Menurut saya itu sebuah sunnahtullah, pasti akan terjadi,” katanya.
Namun di balik candaan nasi goreng, Ganjar mengingatkan pentingnya kolaborasi nyata dalam membangun bangsa, bukan hanya politik pencitraan.
“Kita harapkan tidak cuma sekadar simbol, tapi betul-betul mari kita bersama-sama membangun bangsa,” ujarnya serius.
Ganjar menambahkan, akan mengikuti rel konstitusi, rel regulasi, dan kata dia tidak boleh dilupakan, dasar negara.
Nasi goreng belum dimakan. Politik Indonesia masih panas.