“Menurut saya itu sebuah sunnahtullah, pasti akan terjadi,” katanya.
Namun di balik candaan nasi goreng, Ganjar mengingatkan pentingnya kolaborasi nyata dalam membangun bangsa, bukan hanya politik pencitraan.
“Kita harapkan tidak cuma sekadar simbol, tapi betul-betul mari kita bersama-sama membangun bangsa,” ujarnya serius.
Ganjar menambahkan, akan mengikuti rel konstitusi, rel regulasi, dan kata dia tidak boleh dilupakan, dasar negara.
Nasi goreng belum dimakan. Politik Indonesia masih panas.
Artikel Terkait
Dilaporkan ke Polisi Karena Disiplinkan Siswa, Ini Jawaban Tak Terduga Dedi Mulyadi
Tolak Legalisasi Kasino, Anggota DPR RI: Rampas Duit Koruptor Saja!
Nikita Mirzani Resmi Ditahan di Rutan Pondok Bambu, Terseret Kasus Pemerasan Rp4 Miliar!
Trump Ancam Elon Musk: Siap- siap Hadapi Konsekuensi Serius Jika Dukung Demokrat!
Pria Asal Kalimantan Tengah Hilang di Labuan Bajo, Terakhir Diketahui Menuju Ende