Lebih lanjut, Mgr. Fransiskus menyebut bahwa Perpas XII menjadi momen penting bagi Gereja di wilayah Nusa Tenggara untuk duduk bersama dan mendalami solusi konkret dalam pelayanan pastoral bagi para migran dan perantau.
“Ini acara dan kegiatan kita semua. Selamat datang untuk semua di Larantuka, Keuskupan Larantuka,” pungkasnya.