REPORTASENTT.COM, ADONARA- Jalan Trans Waiwerang–Sagu yang melintasi Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kini bagaikan medan tempur.
Jalan provinsi yang seharusnya menjadi nadi penghubung antarwilayah itu rusak berat di banyak titik, terutama di kawasan Kecamatan Adonara dan sepanjang jalur dari Lamabunga (Klubagolit) menuju Desa Sagu.
Aspal mengelupas, lubang menganga, dan genangan air jadi pemandangan sehari-hari.
Baca Juga: Belum Terima SK, 4 ASN PPPK Flores Timur Meninggal Dunia! Ini Langkah Mengejutkan Pemda
Mobilitas warga lumpuh, waktu tempuh melambung, dan keselamatan pengguna jalan pun dipertaruhkan.
“Kalau dari atau mau ke Sagu, warga sekarang harus memutar lewat Koli. Ini tentu sangat menyulitkan,” keluh Taufik Nasrun, Kepala Desa Sagu, kepada Wartawan, Rabu (26/6).
Jalan Rusak, Roda Ekonomi Nyaris Mandek
Kerusakan jalan bukan sekadar soal infrastruktur.
Dampaknya menjalar hingga ke denyut ekonomi warga.
Distribusi barang dan jasa tersendat, hasil pertanian sulit dipasarkan, dan harga kebutuhan pokok melonjak.
“Kami seperti terisolasi. Ekonomi terganggu total,” kata seorang warga yang geram dengan kondisi tersebut.
Lebih ironis lagi, Desa Sagu merupakan lokasi kantor Polsek yang membawahi tiga kecamatan, Adonara, Klubagolit, dan Witihama.
Artikel Terkait
Orang Tua Calon Prajurit Protes, Ini Klarifikasi Tegas Brigjen TNI Joao Barreto soal Seleksi TNI di NTT
Di Alor, 119 Warga Dijanjikan Kerja di Morewali, Ternyata Dijebak Sindikat Perdagangan Orang
iPhone 15 Plus Raib di Rumah Sakit! Polisi Gerak Cepat, Kakek 65 Tahun Diciduk Tanpa Perlawanan di Kupang!
Gagal Jadi Prajurit Diumumkan Jam 4 Subuh Lewat WA! Calon TNI Nangis di Pelabuhan Kupang, Ombudsman NTT Datangi Markas Korem
Belum Terima SK, 4 ASN PPPK Flores Timur Meninggal Dunia! Ini Langkah Mengejutkan Pemda