Gagal Jadi Prajurit Diumumkan Jam 4 Subuh Lewat WA! Calon TNI Nangis di Pelabuhan Kupang, Ombudsman NTT Datangi Markas Korem

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Selasa, 24 Juni 2025 | 18:14 WIB
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur, Darius Beda Daton saat berdialog bersama Danrem. (Foto Ist)
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur, Darius Beda Daton saat berdialog bersama Danrem. (Foto Ist)

 

REPORTASENTT.COM, KUPANG- Tim Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) bertandang langsung ke Markas Korem 161/Wira Sakti Kupang, Selasa (24/6) pukul 14.00 WITA, untuk menemui Komandan Korem, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes.

Tak sendiri, Kepala Kantor Wilayah HAM NTT dan jajaran TNI AD juga hadir dalam pertemuan penting ini.

Penyebabnya? Keluhan menggunung dari masyarakat soal proses seleksi Calon Bintara dan Tamtama TNI AD tahun 2025.

Baca Juga: iPhone 15 Plus Raib di Rumah Sakit! Polisi Gerak Cepat, Kakek 65 Tahun Diciduk Tanpa Perlawanan di Kupang!

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, mengungkapkan sederet kejanggalan yang bikin geger orang tua calon prajurit.

"Ada yang daftar sampai pagi, ada yang sudah di pelabuhan baru diberi tahu tidak lulus lewat PDF tanpa stempel resmi," ungkap Darius.

Keluhan pertama sebut Darius, proses pendaftaran dan validasi berlangsung hingga dini hari, membuat para calon harus menunggu hingga pagi tanpa kejelasan.

Baca Juga: Di Alor, 119 Warga Dijanjikan Kerja di Morewali, Ternyata Dijebak Sindikat Perdagangan Orang

Kedua tambahnya, jadwal validasi mendadak dimajukan seminggu lebih cepat dari rencana, menyebabkan banyak calon dari daerah tidak sempat validasi meski sudah tiba di Kupang.

Yang paling menyakitkan jelas Darius, pada 19 Juni, calon peserta yang datang sejak pukul 05.00 WITA menerima pengumuman lulus pada sore hari pukul 15.00 WITA, langsung diangkut menuju Pelabuhan Tenau untuk seleksi lanjutan di Bali.

Namun, pukul 04.00 subuh keesokan harinya, saat sudah siap berangkat, mereka malah menerima pesan WA berisi file PDF yang menyatakan mereka gagal, tanpa stempel resmi.


Baca Juga: Ketua Bhayangkari Ende Jatuh Dua Kali Demi Bantu Warga Terpencil, Medan Ekstrim Tak Halangi Misi Kemanusiaan

"Bayangkan, anak-anak ini sudah siapkan koper, orang tua sudah peluk dan doakan mereka. Tiba-tiba diberi tahu subuh-subuh kalau mereka tidak lulus. Ini bukan hanya soal seleksi, ini soal kemanusiaan," tegas Darius.

Ombudsman meminta agar ke depan proses rekrutmen TNI lebih transparan dan berkeadilan, antara lain dengan; melibatkan pengawas eksternal dan media dalam semua tahapan seleksi.

Selain itu kata Darius, melaksanakan tes akhir berbasis CAT di NTT agar hasil objektif dan bisa diakses semua pihak serta enyusun standar pelayanan.

Baca Juga: Solor Fun Run, Pemuda Asal Kelike Raup Untung dari Miniatur Bambu, Kapalnya Laris Diserbu Pengunjung!

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X